
Sinode Gereja Kristus Yesus
Sinode Gereja Kristus Yesus·1000 episodes
Akun Spotify resmi Sinode Gereja Kristus Yesus (GKY) yang menyajikan Renungan GEMA dalam Bahasa Indonesia dan Mandarin. Temukan kekuatan firman Allah dan pertumbuhan iman setiap hari bersama kami menuju visi 'Gereja yang Mulia dan Misioner'.
Why listen
Sinode Gereja Kristus Yesus offers short daily Christian reflections in Indonesian and Mandarin, built around a specific Bible passage and a practical question for faith and daily life. It is best for listeners who want a compact devotional rhythm, with calm teaching from GKY contributors rather than a long sermon or discussion format.
Episodes
Ketika Keuntungan Membutakan HatiRabu, 22 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 26Tirus adalah kota besar dan kuno milik bangsa Fenisia di pesisir Laut Tengah, di utara Israel (sekarang wilayah Lebanon modern). Kota Tirus—dan Sidon, sekitar 32 km di utara Tirus—adalah kota pelabuhan yang penting bagi seluruh kawasan. Pada zaman Nabi Yehezkiel, Tirus adalah kota perdagangan dunia yang padat penduduk dengan armada laut yang kuat, sehingga Tirus menjadi sombong. TUHAN menghakimi Tirus karena bersukacita atas kejatuhan Yerusalem yang akan menguntungkan bisnis perdagangan Tirus (26:2). Kerajaan Yehuda adalah pesaing atau penghalang ekonomi, sehingga kejatuhannya menjadi peluang keuntungan bagi Tirus. Sikap Tirus ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi mencerminkan moralitas hati yang rusak, yakni keserakahan tanpa belas kasihan dan menjadikan penderitaan orang lain sebagai sumber keuntungan pribadi (oportunisme), padahal Tirus dan Israel bersahabat pada masa Daud dan Salomo. Hubungan mereka rusak karena bangsa Tirus menjual orang Yahudi sebagai budak kepada orang Yunani dan Edom (bandingkan dengan Yoel 3:4–8; Amos 1:9–10). Tirus adalah contoh kesombongan dan ketidaksetiaan perjanjian yang dikritik para nabi.Meskipun pertahanannya sangat kuat, Allah berjanji bahwa Tirus akan benar-benar dihancurkan. Sepanjang sejarah, banyak bangsa akan datang dan terus menghantamnya seperti gelombang laut. Nebukadnezar mengepung Tirus selama 13 tahun dan menaklukkannya (sekitar 586–573 SM). Bangsa Persia menundukkan Tirus (sekitar 525 SM). Aleksander Agung menghancurkan Tirus pada 332 SM. Kemudian, Antiokhus III menaklukkan dan menundukkan Tirus, dilanjutkan Kekaisaran Romawi hingga akhirnya Tirus dihancurkan sepenuhnya oleh bangsa Saracen pada abad ke-13 M. Kota Tirus hancur total sehingga kota itu menjadi seperti puncak batu yang gundul (Tirus berarti batu), tempat orang menjemur jala di tengah laut. Allah bukan hanya menjatuhkan Tirus, tetapi menurunkannya sampai ke "liang", sebuah lambang kehinaan total dan akhir dari kesombongan manusia. Tirus tidak hanya kehilangan kejayaan, tetapi bahkan lenyap dari panggung sejarah (26:21).Allah menentang bangsa yang hidup secara materialistis dan bersukacita atas penderitaan orang lain demi keuntungan diri, serta melihat kemalangan orang lain sebagai peluang meningkatkan keuntungan dan menumpuk kekayaan. Orang yang bersikap seperti itu akan berhadapan dengan Allah. Kejayaan tidak akan bertahan bila hati dikuasai keserakahan. Allah bukan mencari orang yang sukses, tetapi mencari hati yang takut akan Dia dan berbelas kasihan. Apakah Anda seorang oportunis yang lebih mengutamakan keuntungan dan kenyamanan daripada kebenaran dan belas kasihan di hadapan Tuhan? [GI Jokhana]
当利益蒙蔽人心星期三, 7月22日2026本日经文:《以西结书》26推罗是腓尼基人所属的一座古老而重要的大城,位于地中海沿岸、以色列北方(现今黎巴嫩地区)。推罗城——以及位于推罗以北约32公里的西顿——都是整个地区重要的港口城市。在先知以西结的时代,推罗已经成为人口密集的国际贸易中心,拥有强大的海军,因此心中骄傲自大。耶和华审判推罗,是因为它因耶路撒冷将要倾覆而幸灾乐祸,因为这将为推罗的贸易带来利益(26:2)。犹大国成为推罗在经济上的竞争者和阻碍,因此犹大的衰败在推罗眼中成了获利的机会。推罗的态度不仅仅是经济问题,更反映出败坏的内心——一种没有怜悯的贪婪,把别人的痛苦当作自己获利的来源(机会主义),即使推罗与以色列在大卫和所罗门时代原本是友好的。后来,两国关系破裂,是因为推罗人将犹大人卖给希腊人和以东人作奴隶(参《约珥书》3:4-8;《阿摩司书》1:9-10)。推罗成为众先知所责备的典型例证,显明了人的骄傲以及对盟约的不忠。虽然推罗拥有坚固的防御,上帝却宣告它必彻底毁灭。在历史中,许多民族将接连来到,如同海浪不断冲击推罗。巴比伦王尼布甲尼撒围困推罗十三年,并最终攻取它(约主前586–573年);波斯帝国征服推罗(约主前525年);亚历山大大帝于主前332年毁灭推罗;之后,安提阿古三世征服并控制推罗,随后罗马帝国也曾统治该地,直到公元13世纪,推罗最终被撒拉森人彻底毁灭。推罗城最终荒废,成为像光秃秃的磐石("推罗"之意为"岩石")一样的地方,成为海中的晒网之处。上帝不仅降卑推罗,更使它降到"坑中",象征人极度的羞辱以及骄傲最终的结局。推罗不只是失去了昔日的荣耀,甚至从历史舞台上消失了(26:21)。上帝抵挡那些以物质主义为中心、为了自己的利益而因别人受苦欢喜的人,也抵挡那些把别人的不幸看作增加利益、积累财富机会的人。这样的人终必面对上帝的审判。若人的心被贪婪掌控,所谓的荣耀与成功终究无法长存。上帝所寻找的,不是单单成功的人,而是敬畏祂、存怜悯之心的人。您是否成为一个机会主义者,在上帝面前,把利益和安逸放在真理与怜悯之上呢?[许哈娜传道/洪萍利]
列国在上帝的手中星期二, 7月21日2026本日经文:《以西结书》25进入第25-32章,先知预言的焦点从对耶和华子民的审判转向了对列国的审判。这表明,上帝不仅是以色列的审判者,也是全世界的审判者。上帝察验每一个人的心与每一个国家。亚扪人(25:1-7)、摩押人(25:8-11)、以东人(25:12-14)和非利士人(25:15-17)受审判,不仅是因为外在的行为,更是因为他们对上帝子民的心态。第一,亚扪人的主要罪状不单是敌对,而是对耶路撒冷的毁灭幸灾乐祸。他们看到以色列倾倒便欢喜,并说:"阿哈!"。他们在圣所被亵渎、以色列地遭荒凉时讥笑。他们的行为表明了对上帝作为的仇视,以及对上帝子民之苦难的毫无怜悯。结果,上帝将他们交托东方人。那些因别人的毁灭而欢呼的人,必将经历自己的毁灭。第二,摩押人说:"看哪,犹大家与列国无异"。这是对圣约子民特殊性的否定。他们将上帝的子民贬低为普通国家,忽视了上帝与祂子民之间的特殊关系。从神学角度来看,这是对上帝拣选之功的拒绝,也是对上帝在以色列历史中行使独特作为的否定。上帝审判他们,向征服者敞开摩押的疆界,好让他们认识耶和华上帝。第三,以东人继承了以扫对雅各的仇恨。当犹大倾倒时,根深蒂固的嫉妒、怨恨和世仇最终爆发为暴力。经上说,以东"报仇雪恨,心里怀着恨恶"。以东预表了被滋养的仇恨和代代相传的怨恨。主拒绝这样的暴力、代代相传的怨恨和无休止的报复。上帝宣告,祂必亲自向以东报仇。第四,作为以色列人的宿敌,非利士人"行报复的事,心里怀着恨恶行报复,因常存的仇恨进行毁灭"。这是积怨的爆发,以及企图除灭耶和华子民的野心。最终,上帝必上帝判这超越人性底线的暴力。无论是以色列人还是外邦列国,同样都有罪。因此,没有一个人能带着骄傲站立在上帝面前。上帝审判的不不仅是行为,更是那充满嫉妒、怨恨以及因别人跌倒而幸灾乐祸的心。你的心是否充满了怜悯与谦卑,还是你正暗自享受着他人的失败?[许哈娜传道/林玉琴]
Bangsa-bangsa di Tangan AllahSelasa, 21 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 25Memasuki pasal 25-32, fokus nubuat nabi beralih dari penghakiman atas umat TUHAN kepada penghakiman atas bangsa-bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa Allah bukan hanya Hakim atas Israel, tetapi juga atas seluruh dunia. Allah menilai setiap hati dan setiap bangsa. Bangsa Amon (25:1-7), Moab (25:8-11), Edom (25:12-14), dan Filistin (25:15-17) dihakimi bukan sekadar karena tindakan lahiriah, tetapi karena sikap hati mereka terhadap umat Allah. Pertama, dosa utama bangsa Amon bukan sekadar permusuhan, tetapi bersukacita atas kehancuran Yerusalem. Mereka senang melihat Israel jatuh dan berkata: "Syukur!". Mereka menertawakan saat Bait Allah dinajiskan dan tanah Israel dihancurkan. Tindakan mereka menunjukkan kebencian terhadap karya Allah dan ketiadaan belas kasihan terhadap penderitaan umat-Nya. Akibatnya, Allah menyerahkan mereka kepada bangsa timur. Mereka yang bersorak atas kehancuran orang lain akan mengalami kehancuran mereka sendiri. Kedua, bangsa Moab berkata, "Sungguh, kaum Yehuda itu sama seperti semua bangsa lain". Ini adalah penyangkalan terhadap kekhususan umat perjanjian. Mereka mereduksi umat Tuhan menjadi sekadar bangsa biasa, mengabaikan relasi khusus antara Allah dan umat-Nya. Secara teologis, ini adalah penolakan terhadap karya pilihan Allah dan penyangkalan bahwa Allah bekerja secara unik dalam sejarah Israel. Allah menghakimi mereka dengan membuka wilayah Moab kepada para penakluk, supaya mereka mengakui TUHAN Allah. Ketiga, bangsa Edom mewarisi kebencian Esau kepada Yakub. Iri, dendam, dan permusuhan turun-temurun akhirnya meledak menjadi kekerasan ketika Yehuda jatuh. Dikatakan bahwa Edom "membalas dendam dengan hati penuh kebencian." Edom melambangkan kebencian yang dipelihara dan dendam yang diwariskan. Tuhan menolak kekerasan seperti ini, dendam turun-temurun dan pembalasan yang tak berkesudahan. Allah menyatakan bahwa Ia sendiri akan membalas Edom. Keempat, sebagai musuh klasik bangsa Israel, bangsa Filistin "melakukan pembalasan dan membalas dendam dengan kebencian dalam hati untuk membinasakan dengan rasa permusuhan turun-temurun". Ini adalah kebencian yang terakumulasi dan keinginan untuk melenyapkan umat TUHAN. Akhirnya, Allah akan menghakimi kekerasan yang melampaui batas manusiawi.Baik Israel maupun bangsa lain sama-sama bersalah. Karena itu, tidak ada seorang pun yang dapat berdiri dengan kesombongan di hadapan Allah. Allah menghakimi bukan hanya tindakan, tetapi juga hati yang penuh iri, dendam, dan sukacita atas kejatuhan orang lain. Apakah hati Anda dipenuhi belas kasihan dan kerendahhatian, atau Anda justru diam-diam menikmati kegagalan orang lain? [GI Jokhana]
Karat yang Tidak Bisa DibersihkanSenin, 20 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 24Yehezkiel 24 adalah klimaks dari rangkaian penghakiman terhadap Yerusalem. Pencatatan tanggal yang sangat spesifik (24:1–2), menunjuk pada hari saat raja Babel mengepung Yerusalem. Firman TUHAN bukan simbol kosong, tetapi menyangkut sejarah yang nyata. Peristiwa pengepungan itu bukan sekadar peristiwa politik, tetapi pelaksanaan pengadilan Allah yang telah berulang kali disebut dalam pasal-pasal sebelumnya. Penandaan waktu ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah terjadi tepat sesuai dengan firman-Nya, tidak terlambat dan tidak meleset.Yerusalem digambarkan sebagai kuali (periuk) yang berisi daging, yang dipanaskan hingga mendidih (24:3-14). Ironinya, sebelumnya, umat menganggap diri mereka sebagai daging pilihan dalam kuali yang aman dan terlindungi (11:3). Sekarang, gambaran itu dibalik secara radikal. Kuali yang tidak aman dan bahkan berkarat itu adalah Yerusalem. Daging dan tulang terbaik adalah semua rakyat dan para pemimpin. Api adalah penghakiman Allah melalui Babel. Saat air dididihkan, daging beserta tulang-tulang direbus, kuali itu sendiri akhirnya harus dibakar untuk membersihkan karatnya (24:11). Yang mengejutkan, karatnya tidak hilang (24:12). "Karat" yang tidak hilang menunjuk pada hati yang telah kebal terhadap teguran. Dosa Yerusalem sudah begitu dalam dan mengeras sehingga proses pemurnian pun tidak lagi efektif. Sebagaimana dicatat dalam tradisi nabi-nabi (lihat Yeremia 6:29–30), serangan Babel ini bukan lagi tahap penyucian, tetapi penghakiman final dan kepastian mutlak penghukuman Allah (24: 14). Selanjutnya, gambaran kematian istri Yehezkiel (24:15–24) adalah tanda profetik yang sangat personal dan mengejutkan. TUHAN mengambil "kesenangan matanya", tetapi melarangnya berkabung secara normal. Tindakan ini merupakan gambaran dari apa yang akan terjadi atas Yerusalem. Bait Allah, yang menjadi kebanggaan umat, akan dihancurkan. Seperti Yehezkiel yang tidak meratap, demikian juga umat akan menghadapi kehancuran yang begitu dahsyat sehingga mereka tidak mampu lagi mengekspresikan duka dengan semestinya. Penghakiman Allah akan sangat mengguncang hati hingga melumpuhkan emosi; bukan karena tidak sedih, tetapi karena kesedihan itu terlalu dalam untuk diungkapkan.Apakah kita sering merasa "aman" karena posisi, sejarah iman, atau aktivitas rohani? Apakah kita sering menganggap dosa kecil bisa ditoleransi? Ingatlah bahwa dosa yang terus dibiarkan akan membuat hati mengeras; dan suatu saat, "titik didih" Allah akan tiba. Hati manusia tidak bisa membersihkan dirinya sendiri. Namun, Kristus telah menerima "api penghakiman" dan menjadi "yang dibakar" agar kita dimurnikan. Apakah ada "karat" dalam hidup kita yang masih terus menempel? [GI Jokhana]
不能除掉的锈星期一, 7月20日2026本日经文:《以西结书》24以西结书第24章是对耶路撒冷一系列审判的高潮。极其具体的日期记载(24:1-2),指向了巴比伦王围困耶路撒冷的那一天。耶和华的话并非虚空的符号,而是关乎真实的历史。这起围城事件不仅是一场政治事件,更是前几章中屡次提及的上帝之审判的执行。这一时间标记表明,上帝的审判完全按照祂的话语发生,既不延迟,也无偏差。耶路撒冷被比作一个盛满肉、被加热至沸腾的锅(24:3-14)。讽刺的是,此前子民曾自认为是安全且受保护的锅中上等肉(11:3)。如今,这一画面被彻底颠覆。那口不安全甚至生了锈的锅正是耶路撒冷。最好的肉和骨头是所有的百姓与领袖。火是上帝借着巴比伦进行的审判。当水烧开、肉和骨头被熬煮时,锅本身最终也必须被火烧红,以除掉其上的锈(24:11)。令人震惊的是,它的锈并没有除去(24:12)。那无法除去的"锈",是指对责备已经麻木的心。耶路撒冷的罪恶已是如此深重且顽固,以至于连炼净的过程都不再见效。正如先知传统中所记载的(参见《耶利米书》6:29-30),巴比伦的这次进攻不再是洁净的阶段,而是最终的审判和上帝必不更改的惩罚(24:14)。随后,以西结妻子去世的场景(24:15-24)是一个极其个人化且令人震惊的先知性预兆。耶和华取去了他"眼目所喜爱的",却禁止他像平常那样哀哭。这一举动正是将要临到耶路撒冷之事的写照。作为子民骄傲的圣殿将被毁灭。正如以西结没有哀恸,子民也将面临极其惨烈的毁灭,以至于他们再也无法合宜地表达悲伤。上帝的审判将极大地震撼人心,以致情感瘫痪;并非因为不伤心,而是因为那悲伤深重得无法言表。我们是否常因自己的职位、信仰历史或属灵活动而感到"安全"?我们是否常认为微小的罪是可以容忍的?请记住,任凭罪恶蔓延会使心刚硬;终有一天,上帝的"沸点"将会临到。人的心无法洗净自己。然而,基督已经承受了"审判的火",并成为"被焚烧的",好使我们得着炼净。在我们的生命中,是否还有那仍在不断黏附的"锈"?[许哈娜传道/林玉琴]
Cinta yang Terseret JauhMinggu, 19 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 23Bayangkan sebuah pernikahan yang diawali dengan komitmen, janji setia, dan kegembiraan. Namun, salah satu dari pasangan itu kemudian diam-diam mencari perhatian, pujian, kenyamanan, dan kedekatan emosional dengan orang lain melalui chat, media sosial, atau hubungan rahasia. Secara status, ia masih "setia", tetapi hatinya sudah tidak sepenuhnya utuh dan murni tertuju kepada pasangannya. Itulah gambaran Yehezkiel 23. Secara identitas, Israel adalah umat TUHAN. Akan tetapi, hatinya terpikat pada "kekasih lain". Kesetiaan dan kepercayaan mereka tidak lagi tertuju sepenuhnya kepada Allah. Perzinaan rohani adalah pengkhianatan terhadap relasi antara TUHAN dan umat-Nya. Dua gambaran perempuan dan dua nama yang dipilih memiliki makna teologis yang penting: Ohola berarti "kemahnya sendiri" dan Oholiba berarti "kemah-Ku ada di dalamnya". Kata kunci "kemah" (’ohel), sangat penting dalam teologi Perjanjian Lama karena berkaitan dengan Tabernakel (Kemah Suci) dan hadirat Allah di tengah umat-Nya. Jadi, kedua nama ini berkaitan dengan kehadiran Allah. Ohola melambangkan Samaria yang membangun sistem ibadah sendiri (1 Raja-raja 12) untuk menggantikan pusat penyembahan yang sah di Yerusalem, dan tidak tunduk kepada wahyu Allah. Ini bukan sekadar penyimpangan kecil, tetapi otonomi rohani yang menggantikan Allah dengan versi yang mereka ciptakan. Oholiba melambangkan Yerusalem yang memiliki Bait Allah dan kehadiran-Nya secara nyata. Secara teologis, mereka memiliki akses yang benar kepada Allah. Sayang, mereka sama-sama jatuh ke dalam dosa yang menjijikkan hati Allah dan tidak setia. Bahkan, Oholiba lebih jahat daripada Ohola! Secara religius, sejak awal, mereka telah "berzina di Mesir", yaitu membiarkan budaya dan penyembahan berhala Mesir memikat mereka. Secara politis, mereka beraliansi dengan Asyur (Ohola), serta Babel dan Mesir (Oholiba). Ketergantungan politik mereka untuk mencari rasa aman, perlindungan, dan masa depan identitas mereka menunjukkan ketidakpercayaan kepada Allah.Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa dosa bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi pengkhianatan relasi, yaitu meninggalkan Pribadi yang mengasihi kita. Hati manusia cenderung mencari "kekasih lain" berupa kekuatan, keamanan, penerimaan, yang perlahan menempati posisi Allah di pusat hidup. Di tengah ketidaksetiaan, Injil memberi pengharapan. Walaupun kita tidak setia, Allah tetap setia, dan Kristus datang menebus umat yang tidak setia. Apa yang mencuri kasih Anda kepada Allah? Apakah Anda mencari keamanan dari hal-hal lain yang bukan Tuhan? Apakah Anda sedang membangun "aliansi lain" dalam hidup? Perhatikan bahwa Allah sedang menilai arah cinta Anda! [GI Jokhana]
漂流已远的爱星期日, 7月19日2026本日经文:《以西结书》23试想一段以盟约、誓言与喜乐为开始的婚姻。然而,其中一方后来却暗中通过聊天软件、社交媒体或隐秘的关系,向他人寻求关注、赞美、安慰和情感上的亲密。从名分上看,他依然"忠贞",但他的心早已不再完全、纯洁地归属于配偶。这正是《以西结书》第23章所描绘的画面。从身份上看,以色列是耶和华的子民。然而,他们的心却被"其他的爱人"所吸引。他们的忠心与信靠,不再完全专属给上帝。属灵的淫乱,是对耶和华与其子民之间关系的背叛。文中选用的两个女子形象和两个名字,具有深刻且重要的神学意义:"阿荷拉"意思是"她自己的帐幕","阿荷利巴"意思是"我的帐幕在她中间"。"帐幕"('ohel)这个关键词,在旧约神学中至关重要,因为它与会幕(圣幕)以及上帝在子民中间的同在紧密相连。因此,这两个名字都关乎上帝的临在。阿荷拉预表撒玛利亚,她建立了属于自己的敬拜体系(《列王纪上》12章),以此取代耶路撒冷那合法的敬拜中心,且不顺服上帝的启示。这不仅是微小的偏差,更是以人造的模式来取代上帝的属灵自治。阿荷利巴则预表耶路撒冷,她拥有圣殿和上帝真实的同在。从神学角度来看,他们拥有亲近上帝的正确途径。令人痛心的是,她们同样陷入了让上帝心生厌恶且不忠的罪中。甚至,阿荷利巴比阿荷拉更加邪恶!从宗教层面上看,她们从起初就"在埃及行淫",容让埃及的文化与偶像崇拜勾引了她们的心。从政治层面上看,她们与亚述(阿荷拉)、以及巴比伦和埃及(阿荷利巴)结盟。她们在政治上寻求安全感、庇护和自身身份的未来,这种依赖正显明了她们对上帝的不信。今日的经文让我们看到,罪不仅是违背律法,更是对关系的背叛——也就是离弃了那爱我们的主。人的心极易寻找其他的"爱人",诸如权势、安全感、认可,并在不知不觉中,让这些东西取代了上帝在生命中心的地位。在人的不忠之中,福音带来了盼望。尽管我们失信,上帝依然可信,基督降临正是为了救赎这不忠的子民。是什么偷走了你对上帝的爱?你是否正在上帝以外的事物中寻找安全感?你是否正在生活中建立"其他的盟友"?请注意,上帝正在察验你心所爱之方向![许哈娜传道/林玉琴]
Siapa yang Berdiri?Sabtu, 18 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 22Yerusalem disebut "kota penumpah darah" karena banyaknya kejahatan kriminal dan karena seluruh tatanan masyarakat telah menjadi alat penindasan. Allah mendakwa umat-Nya karena kekerasan, ketidakadilan, dan penyalahgunaan kuasa yang merusak tatanan hidup. Daftar dosanya panjang dan konkret, mencakup penumpahan darah, penyembahan berhala, penghinaan terhadap orang tua, pemerasan, serta penindasan terhadap orang asing, yatim, dan janda. Penyuapan dan kecurangan dalam pengadilan, seksualitas yang diselewengkan, serta kekuasaan yang digunakan untuk menghisap, bukan untuk melayani. Allah menyingkapkan bahwa dosa bukan sekadar pelanggaran pribadi, tetapi kerusakan sistemis yang merusak kehidupan bersama. Saat keadilan mati, masyarakat menuju kehancuran. Dosa mengakibatkan pembalikan total terhadap hukum Allah, bahwa apa yang seharusnya dijaga justru dihancurkan.Nabi Yehezkiel menggambarkan umat Israel seperti "limbah perak" (22:17-22), yaitu tembaga, timah, dan besi yang tersisa di dasar tungku. Israel bukan perak atau emas murni, tetapi kotoran logam yang tidak bernilai. Apa yang tampak berharga ternyata kosong di hadapan Allah. Sang Tukang Besi—yaitu Allah—akan bertindak sebagai pelebur. Ia akan mengumpulkan mereka ke dalam "tungku" untuk dilebur dan disingkapkan kualitas sebenarnya. Dalam tradisi nabi-nabi (lihat Yesaya 1), penghakiman adalah proses pemurnian, sekaligus penyingkapan. Dosa yang tampak sepele ternyata telah meresap sampai ke semua lapisan. Para nabi menyampaikan penglihatan palsu, imam menajiskan yang kudus, dan para pemimpin menindas seperti singa dan serigala buas. Yang seharusnya menjaga kebenaran justru merusak dari dalam.TUHAN "mencari ... seorang yang mendirikan tembok dan bertahan di lubangnya .... Tetapi, Aku tidak menemukannya " (22:30). Dalam kota yang bertembok, jika tembok jebol, musuh bisa masuk dan menghancurkan kota itu. Orang yang "berdiri di lubang" adalah orang yang menutup lubang pertahanan, menghadang bahaya, dan melindungi seluruh kota dengan risiko kehilangan nyawanya. Secara rohani, ini adalah metafora bagi seorang perantara yang berdiri di hadapan Allah untuk mewakili umat memohon belas kasihan agar penghakiman ditahan, serta memikul tanggung jawab rohani bagi orang lain. Sayangnya, tidak ada orang yang layak berdiri di posisi itu karena tidak ada orang yang hidup benar. Ketiadaan sosok ini membuat penghakiman tak terelakkan (22:31), sekaligus menyingkap kebutuhan akan Perantara sejati yang digenapi di dalam Kristus. Apakah Anda terus mengikuti arus kejahatan dan kerusakan, atau Anda menjadi orang yang berdiri di "lubang" bagi kebenaran? [GI Jokhana]
谁站出来?星期六, 7月18日2026本日经文:《以西结书》22耶路撒冷被称为"血腥之城"因为罪行猖獗,并且整个社会秩序已经沦为压迫人的工具。上帝谴责祂的子民因为他们充满暴力、不公,并滥用权力,破坏了生活的秩序。罪行清单冗长而具体,包括流血事件、偶像崇拜、藐视父母、敲诈勒索以及压迫外邦人、孤儿和寡妇。充斥着贿赂和欺诈的司法,扭曲的性行为,并且被用来剥削而非服务他人的权力。上帝揭示,罪不仅仅是个人的过犯,而是一种系统性的腐败,会破坏社群生活的。当正义消亡,社会便走向毁灭。罪导致上帝的律法彻底颠倒,本应被维护的反而被摧毁了。先知以西结将以色列人比作"银渣滓"(《以西结书》22:17-22),如同炉底残留的铜、锡、铁、铅。以色列不是纯金纯银,而是毫无价值的金属渣滓。看似珍贵的,在上帝面前却是空虚。铁匠——即上帝——将扮演治炼者的角色。祂会将他们聚集到"炉中",被熔化,让他们的真实本质被显明。在众先知的传统中(参见《以赛亚书》第1章),审判既是净化的过程,也是揭示的过程。看似微不足道的罪恶其实已经渗透到社会的各个层面。先知传讲虚假的异象,祭司亵渎圣物,领袖如同凶猛的狮子和豺狼般压迫百姓。那些本应守护真理的,却从内部腐蚀一切。耶和华"寻找一人重修墙垣,……站在破口防堵,……却找不着一个。"(22:30)。在有城墙的城市中,如果城墙被攻破,敌人就能进入并摧毁城市。"站在破口"的人,就是堵住破口、抵挡危险、保护全城的人,是冒着生命损失的风险。从属灵角度来说,这是在比喻一位代祷者站在上帝面前,代表百姓恳求怜悯,求审判得免除,同时也承担他人的属灵责任。可惜的是,没有人配得站在那个位置,因为没有人过着义的生活。缺少了这样的人物,审判就无可避免(22:31),同时也揭示了人类对一位真正的中保的需要,而这需要在基督里得以成就。你是继续跟邪恶和腐败随波逐流的人,还是成为那位为了真理站在"破口"处的人呢?[许哈娜传道/梁思静]
当耶和华的刀拔出鞘时星期五, 7月17日2026本日经文:《以西结书》20:45-21:32南地森林燃烧之火的异象(20:45-49)并非在描述一场普通的火灾,而是象征着广泛无法熄灭的普世审判。森林代表整个国土,而火焰则指向上帝的愤怒,从南到北无差别地席卷而来。然而,上帝子民属灵的盲目使他们只听见了上帝的话语,却不明白其中的严肃警告。对他们来说,以西结只不过在用讽刺的口吻说话(20:49)。在第21章中,上帝审判的象征变得更加尖锐,就是耶和华的刀。与代表广泛毁灭的"火"不同,"刀"强调的是有目标的、刻意的、针对个人的行动。在旧约中,"刀"象征着上帝积极、真实且确凿的审判。上帝既是审判官又是君王,执行祂的旨意。这把刀被磨快、擦亮(21:9-11)。 "磨快"表示随时可有效地使用,"擦亮"则表示准备好且锋利无比随时可用。这表明上帝的审判并非突发的或混乱的,而是上帝完全预备安排好的。这把"磨快擦亮"的刀将临到"义人和恶人"(21:3-4)。这并非意味上帝的不公义,而是说审判将临到整个国家,使所有人都感受到被掳所带来的后果,作为上帝对罪恶的惩罚。在第20章中,我们看到上帝的愤怒被抑制;而在第21章中,我们看到上帝的愤怒被释放。这对比表明,上帝亲自与祂子民的罪恶作战。上帝的审判是确定的,也是不可避免的。耶和华对被从容的罪恶是严肃对待的,绝不轻忽。在上帝的愤怒之中,有一个不可忽略的一面:以西结被命令要苦苦地叹息(21:6-7)。这表明上帝的审判并非冷酷无情的行为。先知以西结的行动表明,上帝在施行审判时并不以此为乐。在祂对子民罪孽的愤怒背后充满着神圣的忧伤和痛惜。我们常常轻视罪,把上帝的警告当作无关紧要的比喻。我们常常活得好像那把刀剑永远不会出鞘。我们习惯了上帝的耐心,误以为祂在无限期地拖延。本日经文提醒我们,当上帝采取行动时,没有能够阻挡祂的。你是否认真回应上帝的警告,还是你一直拖延回应?[许哈娜传道/梁思静]
Ketika Pedang TUHAN TerhunusJumat, 17 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 20:45-21:32Gambaran tentang api yang menyala di hutan Negeb (20:45-49) bukan sekadar kebakaran biasa, tetapi simbol penghakiman yang meluas, yang tidak dapat dipadamkan. Hutan melambangkan seluruh negeri, dan api menunjuk pada murka Allah yang menyapu dari selatan sampai utara tanpa pandang bulu. Namun, kebutaan rohani umat Allah membuat mereka hanya mendengar dan tidak memahami keseriusan firman Allah. Yehezkiel dianggap hanya berbicara dengan kata-kata sindiran (20:49). Di pasal 21, simbol penghakiman Allah menjadi lebih tajam, yaitu pedang TUHAN. Berbeda dengan "api" yang menggambarkan penghancuran yang menyebar, "pedang" menekankan tindakan yang terarah, sengaja, dan personal. Dalam Perjanjian Lama, "pedang" melambangkan penghakiman Allah yang aktif, nyata, dan pasti. Allah bertindak sebagai Hakim dan Raja yang mengeksekusi keputusan-Nya. Pedang itu diasah dan digosok (21:9-11). Kata "diasah" berarti siap digunakan secara efektif, dan kata "digosok" menandakan kesiapan serta ketajaman maksimal untuk dipakai. Hal ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah bukan spontan atau kacau, tetapi dipersiapkan dengan matang dan sempurna oleh Allah. Pedang yang "diasah dan digosok" itu akan menimpa "orang benar dan orang fasik" (21:3–4). Hal ini bukan berarti bahwa Allah tidak adil, tetapi menunjukkan bahwa penghakiman itu terjadi atas seluruh bangsa, sehingga semua orang merasakan dampak pembuangan sebagai penghukuman Allah atas dosa.Di pasal 20, kita melihat murka yang ditahan, sedangkan di pasal 21 kita melihat murka yang dilepaskan. Gambaran ini menunjukkan bahwa Allah sendiri yang berperang melawan dosa umat-Nya. Penghakiman Allah sudah pasti dan tak bisa dihindari. TUHAN serius dan tidak main-main terhadap dosa yang terus dipelihara. Di tengah murka Allah itu, ada sisi yang tidak boleh dilewatkan, yaitu bahwa Yehezkiel diperintahkan untuk mengerang dengan hati yang hancur (21:6–7). Hal ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah bukan tindakan berhati dingin. Peragaan Nabi Yehezkiel memberi gambaran bahwa Allah tidak bersukacita saat menjatuhkan hukuman. Ada kesedihan dan dukacita ilahi di balik murka-Nya atas dosa umat-Nya.Sering kali, kita meremehkan dosa dan menganggap peringatan Tuhan hanya "kiasan" yang tidak mendesak. Kita sering hidup seolah-olah pedang itu tidak akan pernah terhunus. Kita terbiasa dengan kesabaran Tuhan, lalu mengira bahwa itu berarti penundaan tanpa akhir. Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa saat Tuhan bertindak, tidak ada yang bisa menghentikan-Nya. Apakah Anda serius saat merespons peringatan Allah, atau Anda terus menunda untuk merespons? [GI Jokhana]
Kesetiaan Tanpa LelahKamis, 16 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 20:1-44Ada momen dalam hidup saat kita sadar bahwa masalah kita bukan tidak tahu yang benar, tetapi terus mengulang yang salah. Ini seperti lingkaran yang tidak terputus: Kita jatuh, bangkit, lalu jatuh lagi. Yang mengherankan, di tengah pola kegagalan itu, Allah memberi kesempatan dan memanggil kita kembali. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah membongkar sejarah Israel dan memperlihatkan pola yang sama. Dari Mesir, padang gurun, hingga Tanah Perjanjian, umat Tuhan terus memberontak. Mereka tahu tentang TUHAN, tetapi menolak untuk taat. Namun, setiap kali Allah hendak menjatuhkan hukuman, Ia menahan murka-Nya "demi nama-Nya". Penundaan itu bukan dilandasi kelayakan umat, tetapi karena kesetiaan-Nya pada perjanjian dan kasih setia-Nya. Saat para tua-tua Israel datang untuk "mencari kehendak TUHAN", secara mengejutkan, Ia menjawab, "Aku tidak mau kamu meminta petunjuk dari-Ku" (20:3). Mengapa? Mereka bukan datang karena taat, tetapi untuk mencari pembenaran atas hati yang tetap keras. Sejarah Israel menjadi "litani kegagalan" mereka yang terus berulang. Di Mesir, mereka tidak meninggalkan berhala. Di padang gurun, mereka menolak ketetapan-Nya. Di Tanah Perjanjian, mereka berkompromi meniru bangsa-bangsa lain, melanggar Sabat dan mencemarkan penyembahan. Dengan kata lain, dari generasi ke generasi, umat Israel terus berjalan menjauh dari TUHAN. Namun, di balik semua daftar kegagalan itu, ada satu refrain yang terus berulang, yaitu kalimat yang membentuk nada kitab ini, "Aku berbuat demi nama-Ku, supaya nama-Ku tidak dinajiskan" (20:9,14,22). Saat Israel jatuh dalam dosa, Allah hampir memunahkan umat-Nya. Akan tetapi, Allah selalu menahan murka-Nya bukan karena kelayakan mereka—karena mereka tidak pernah layak—tetapi karena Nama-Nya terikat dengan mereka. Perjanjian-Nya mengikat dan kasih-Nya tidak pernah berubah.Puncak kasih dan keindahan hati Allah terlihat di ayat 44, "Kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, ketika Aku, demi nama-Ku, tidak memperlakukan kamu sepadan dengan tingkah lakumu yang buruk dan perbuatanmu yang jahat." Allah tidak memperlakukan umat-Nya sesuai dengan dosa mereka—sebab ini berarti kehancuran, tetapi Ia bertindak sesuai dengan nama-Nya. Keselamatan tidak lahir dari kebaikan manusia, tetapi dari kesetiaan Allah. Firman tersebut mengingatkan kita bahwa hidup kita mungkin penuh pola kegagalan yang berulang seperti sejarah Israel, tetapi kasih TUHAN tidak berhenti bekerja. Ingatlah bahwa pengharapan kita bukan pada konsistensi kita, tetapi pada kesetiaan TUHAN yang tidak berubah, bahkan saat kita gagal. Apakah Anda terus mengulang pemberontakan yang sama, atau Anda merespons kesabaran Allah dengan pertobatan? [GI Jokhana]
不倦的信实星期四, 7月16日2026本日经文:《以西结书》20:1-44人生中总有一些时刻,我们会意识到,我们的问题不在于不知何为对错,而在于不断重复错误的事。这就像一个连续的循环:我们跌倒,站起来,然后再次跌倒。令人惊讶的是,在这失败循环的模式中,上帝依然赐下机会,呼召我们回归。本日经文中,上帝揭示了以色列的历史,并展现了同样的模式。从埃及、旷野到应许之地,上帝的子民不断悖逆。他们明知上帝存在,却拒绝顺服。然而,每当上帝想要施行审判时,祂都"为祂名的缘故"抑制了怒气。这种延迟并非基于百姓配得恩典,而是出于祂对所立之约的信实和祂坚定不移的慈爱。当以色列的长老们前来"寻求主耶和华的旨意"时,出乎意料的是,祂回答说:"我必不被你们求问"(20:3)。为什么呢?因为他们前来并非出于顺服,而是想为自己刚硬的心寻找理由。以色列的历史成了他们不断重复的"一连串失败"。在埃及,他们没有离弃偶像;在旷野,他们拒绝上帝的诫命;在应许之地,他们妥协效法列国人、违背安息日、亵渎敬拜。换句话说,一代接一代,以色列人不断地远离耶和华。然而,在这一系列失败的背后,却有一个反复出现的一句话,成为贯穿本书的主旋律:"我却为我名的缘故行事,免得我名被亵渎"(20:9,14,22)。当以色列陷入罪中,上帝差一点灭绝祂的子民。然而,上帝总是抑制祂的愤怒,并非因为他们配得——因为他们从来都不配——而是因为祂的名与他们紧紧相连。祂立的约是有效的,祂的慈爱从未改变过。上帝慈爱与美善的巅峰体现在第44节:"我为我名的缘故,不照着你们的恶行和你们的坏事待你们,你们就知道我是耶和华。"上帝没有按着祂子民的罪对待他们——因为那样就意味着毁灭——而是按着祂的名行事。救恩并非出于人的良善,而是出于上帝的信实。这节经文提醒我们,我们的生命或许也像以色列的历史一样,充满反复失败的模式,但上帝的爱永不停止运作。请记住,我们的盼望不在于我们自己的坚持,而在于上帝永不变的信实,即便在我们失败时。你是否重复同样的悖逆,还是以悔改回应上帝的耐心?[许哈娜传道/梁思静]
Ratapan atas PemimpinRabu, 15 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 19Yehezkiel 19 adalah sebuah qînâ (nyanyian ratapan), yaitu bentuk sastra yang biasa dipakai untuk kematian atau kehancuran yang tragis. Nada pasal ini adalah dukacita ilahi atas runtuhnya kepemimpinan umat. Bagian ini penting untuk diperhatikan karena Allah tidak hanya menghakimi, tetapi juga "meratapi" akibat dosa umat-Nya. Bagian pertama (19: 1–9) menggambarkan Kerajaan Yehuda sebagai seekor "singa betina" yang melahirkan "anak-anak singa," yaitu para raja Yehuda. Kemungkinan, singa pertama adalah Raja Yoahas dan singa kedua adalah Raja Yoyakhin. Raja Yoahas memerintah selama tiga bulan sebelum ditawan ke Mesir. Ia kuat, ganas, dan menelan korban. Namun, ia akhirnya dibelenggu dan dibuang. Raja Yoyakhin bertumbuh, menjadi buas, dan membangun teror. Akan tetapi, ia ditangkap dan ditawan tentara Babel. Metafora ini sangat ironis karena raja yang seharusnya mencerminkan karakter Allah sebagai gembala dan pelindung justru digambarkan sebagai predator yang belajar menerkam manusia (19:3, 6). Akhirnya, kuasa yang tidak tunduk pada Allah itu berakhir di bawah kuasa lain. Kepemimpinan yang tidak mencerminkan keadilan Allah akan diserahkan Allah kepada penghakiman kuasa lain. Bagian kedua (19:10–14) memakai gambaran pohon anggur, simbol Israel sebagai umat Allah (bandingkan dengan Mazmur 80 dan Yesaya 5). Israel digambarkan sebagai pohon anggur yang subur, berbuah dan bertunas lebat, dengan tongkat kerajaan yang kuat karena tertanam dekat air yang melimpah untuk menunjukkan bahwa Israel memiliki semua yang diperlukan untuk menjadi umat yang berbuah dan memerintah dengan benar. Namun, dosa mereka mendatangkan murka Allah, sehingga pohon itu dicabut, dilemparkan dan menjadi layu, kering, dan akhirnya terbakar (19:12–13). Yang paling ironis, "Api keluar dari carangnya sendiri dan memakan buahnya" (19:14). Gambaran ini menunjukkan bahwa kehancuran Israel bukan hanya karena serangan dari luar, tetapi akibat internal. Bukan hanya semua rakyat yang gagal, tetapi seluruh sistem, termasuk kepemimpinan bangsa, telah menyimpang dari tujuan Allah. Sumber kekuatan menjadi sumber kehancuran.Yehezkiel 19 bukan sekadar catatan sejarah raja-raja yang gagal, tetapi cermin setiap bentuk kepemimpinan, termasuk kepemimpinan rohani. Potensi, posisi, dan pengaruh tidak menjamin kesetiaan. Tanpa ketaatan, semuanya bisa menjadi alat kehancuran. Apakah otoritas dan kesempatan yang Tuhan percayakan telah Anda gunakan untuk mencerminkan Dia atau hanya untuk diri sendiri? Adakah "api dari dalam", yaitu dosa yang tidak dibereskan, yang diam-diam merusak hidup Anda? Ingatlah bahwa pada akhirnya, yang Tuhan cari bukan sekadar kekuatan atau keberhasilan, tetapi kesetiaan yang berakar teguh pada-Nya. [GI Jokhana]
哀掉领袖星期三, 7月15日2026本日经文:《以西结书》19以西结书19章是一首哀歌(qînâ),这种文式通常用于描述悲惨的死亡或毁灭。本章的語氣是上帝对百姓领袖垮台的悲痛。这一部分非常重要,因为上帝不仅审判,也为祂子民的罪恶后果而"哀号"。第一部分(19:1-9)将犹大王国比作一头"母狮子",生下"小狮子",即犹大诸王。第一头狮子可能是约哈斯王,第二头狮子可能是约雅斤王。约哈斯王统治了三个月后被掳到埃及。他强壮、凶猛,吞噬一切。然而,他最终被束缚并被抛弃。约雅斤王日渐壮大,变得残暴,并制造了恐怖。然而,他最终被巴比伦军队俘虏。这个比喻极具讽刺意味,因为这位本应体现上帝牧者和保护者品格的君王,却被描绘成一个学会抓食人类的掠食者(19:3,6)。最终,不顺服上帝的权力必将臣服于其他权力之下。不体现上帝公义的统治者,必被上帝交由其他政权审判。第二部分(19:10-14)运用了葡萄树的意象,象征着以色列作为上帝的子民(参《诗篇》80篇和《以赛亚书》5章)。以色列被描绘成一棵枝繁叶茂、果實累累、花团锦簇的葡萄树,一根坚固的权杖插在水源充足的地方,表明以色列拥有所需的一切,成为一个丰盛的子民并以公义來统治。然而,他们的罪招致了上帝的愤怒,因此葡萄树被连根拔起,摔出,折斷,枯乾,最终被燒毁(19:12-13)。最具讽刺的是,"火从枝幹中發出,烧滅果子"(19:14)。这个比喻表明,以色列的毁灭不仅是外敌入侵的结果,也是内部问题的结果。不仅百姓失败了,而是整个体系,包括国家的领袖,都偏离了上帝的旨意。权力的泉源变成了毁灭的泉源。《以西结书》19章不仅仅是对失败君王的记载,更是对各种形式的领导,包括属灵的领导。潜力、地位和影响力并不能保证忠诚。若不顺服,它们都可能成为毁灭的工具。你是否运用了上帝所托付的权柄和机会来彰显祂,还是仅仅为了自己?是否有一种"内在的火",一种未被正视的罪,正在暗中摧毁你的生命?记住,归根结底,上帝所寻求的不是权力或成功,而是以他为根基的忠诚。[许哈娜传道/沈梵音]
Jalan yang Kita PilihSelasa, 14 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 18Pasal 18 dimulai dengan sebuah peribahasa populer yang diucapkan di Israel, yaitu "Ayah-ayah makan buah anggur mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu." (18:2b). Peribahasa ini dipakai orang Israel untuk menyalahkan generasi sebelumnya atas keadaan mereka. Mereka seolah-olah berkata, "Kami menderita karena dosa orang lain!" Kalimat ini sebenarnya adalah bentuk penolakan tanggung jawab. Umat Israel merasa bahwa mereka adalah korban sejarah, korban politik yang buruk, korban keadaan, bahkan korban keputusan Allah. Namun, TUHAN dengan tegas menolak! Ia menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri (18:4). Hal ini bukan menyangkal realitas dosa turun-temurun, tetapi koreksi terhadap sikap fatalistik yang menghindari pertobatan. Allah menyatakan keadilan-Nya, bahwa Ia akan menilai setiap pribadi secara langsung, bukan berdasarkan warisan keluarga.Nabi Yehezkiel memberikan potret tiga generasi yang sangat jelas(18:5-18). Pertama, seorang ayah benar yang hidup lurus dan jujur, maka ia hidup.Kedua, seorang anak jahat yang memilih kekerasan dan kebejatan, maka ia mati. Ketiga, seorang cucu yang melihat kejahatan ayahnya dan memilih jalan hidup, maka ia hidup. Gambaran ini menegaskan bahwa hidup tidak ditentukan oleh masa lalu tetapi oleh respons hati saat ini. Kesalehan dan kebenaran adalah respons pribadi, bukan hadiah keturunan. Kebenaran tidak bisa diwariskan, dan dosa tidak harus diteruskan. Kejahatan tidak menentukan akhir jika seseorang bertobat. Kita tidak terkutuk karena kegagalan orang tua. Kita tidak dirantai oleh sejarah keluarga. Setiap generasi mendapat undangan baru dari Allah, dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk kembali kepada-Nya. Kita tidak bisa "menumpang iman" orang lain dan tidak harus terikat oleh dosa masa lalu. Setiap orang berdiri sendiri di hadapan Allah sebagai pribadi yang bertanggungjawab. Puncaknya adalah seruan Allah, "... Bertobatlah dan berpalinglah ... Supaya kamu hidup!" (18:30–32). Sesungguhnya, Allah tidak berkenan pada kematian orang fasik, tetapi pada pertobatannya (18:23). Allah tidak senang menghukum. Ia tidak mencari kepuasan dengan menghancurkan. Sebaliknya, Ia membuka jalan pemulihan, bahkan Ia berjanji menghapus dosa orang yang bertobat (18:21–22). Hati Allah ingin menyelamatkan dan memulihkan umat-Nya, sehingga pasal ini ditutup dengan seruan "Buanglah ... pelanggaran ... dan perbaruilah hatimu dan rohmu!" (18:31). Manusia tidak bisa memperbarui diri sendiri. Kita dipanggil untuk berpaling dari dosa, dan Allah akan memberi hati yang baru. Apakah Anda cenderung menyalahkan orang lain atau masa lalu, atau Anda menyadari tanggung jawab Anda untuk merespons panggilan Tuhan? [GI Jokhana]
我们选择的道路星期二, 7月14日2026本日经文:《以西结书》18第18章以一句在以色列广为流传的谚语开篇:"父亲吃了酸葡萄,儿子的牙酸倒了。"(18:2下)。以色列人因他们状况而用这句谚语来责怪上一代人,仿佛在说:"我们受苦是因为别人的罪孽!"这种说法实际上是在推卸责任。以色列人觉得自己是历史、糟糕的政治、环境,甚至是上帝审判的受害者。然而,耶和华断然拒绝了这种说法!祂宣告每个人都要为自己的罪负责(18:4)。这并非否认罪的遗传,而是纠正一种宿命论的态度,这种态度使人逃避悔改。上帝宣告祂的公义,祂将直接审判每个人,而不是根据家族传承。先知以西结生动地描绘了三代人的故事(18:5-18)。首先,一位公义行正直诚实的父亲,他必存活。其次,一个选择暴力和堕落的邪恶儿子,所以他必死亡。最后,一个目睹父亲罪恶的孫子选择了活命的路,他因此活了下来。这幅画面强调,生命并非由过去决定,而是由当下内心的回应决定。虔诚和公义是个人的回应,而非与生俱来的恩赐。公义不能继承,罪也不必代代相传。只要悔改,罪恶就不能决定结局。我们不会因父母的过犯而被定罪。我们不会被家族历史束缚。每一代人都会收到来自上帝新的邀请,且每个人都有平等的机会回到祂身边。我们不能"搭着别人的顺风车",也不会被过去的罪所捆绑。每个人在上帝面前都是一个独立的个体,需要为自己负责。上帝的呼召达到了高潮:"……当回头离开所犯的一切罪过……所以你们存活!"(18:30-32)。的确,上帝不喜悦恶人死亡,而是喜悦他们回头(18:23)。上帝不喜悦惩罚,祂也不以毁灭为满足。相反,祂为人预备了复兴的道路,甚至应许要赦免回头之人的罪(18:21-22)。上帝渴望拯救并复兴祂的子民,因此本章以呼召"你们要抛弃……过犯……自做一新心和新灵!"(18:31)来结束。人无法自我更新。我们蒙召要离弃罪恶,上帝会赐给我们一颗新的心。你是否倾向于责怪他人或过去,还是意识到自己有责任回应上帝的呼召?[许哈娜传道/沈梵音]
Kemana Akar Hidupmu Tertanam?Senin, 13 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 17Untuk menanam pohon, seorang petani pernah berkata, "Kalau batangmu patah, itu buruk. Tapi kalau akarmu lemah, itu mematikan. Akar akan menentukan apakah pohon itu akan mati atau tumbuh, pendek atau tinggi." Yehezkiel 17 menyingkapkan kebenaran yang sering tersembunyi, yang menyatakan bahwa yang menentukan hidup bukan cabang, tetapi akar. Gambaran pohon anggur yang ditanam di sini tampak hidup, tetapi ada masalah di bawah permukaan, yaitu akarnya sudah berganti arah (17:7). Secara lahiriah pokok anggur itu masih berdiri, tetapi sumber hidupnya sudah berubah. Yehezkiel 17 dibuka dengan teka-teki dan perumpamaan yang menandakan bahwa Allah sedang menyampaikan kebenaran yang harus direnungkan, bukan sekadar didengar. Dua rajawali dan satu pohon anggur menggambarkan dinamika politik Yehuda. TUHAN memberikan perumpamaan politik dengan simbol yang jelas, yaitu rajawali pertama melambangkan Babel yang mengangkat Zedekia, dan rajawali kedua adalah Mesir tempat Zedekia mencari pertolongan. Lalu, pohon anggur adalah Israel. Masalah utama "pohon anggur" Israel adalah terletak pada "akarnya." Ia seharusnya tetap tertanam pada tempat yang TUHAN tetapkan, yaitu setia pada perjanjian politik dengan Babel sampai Tuhan membebaskan. Sayangnya, Israel berpaling ke Mesir. Tindakan ini bukan sekadar pengkhianatan politik, tetapi ketidaktaatan dan ketidakpercayaan kepada Allah yang sedang bekerja melalui situasi itu. Perumpamaan ini adalah gambaran rohani tentang arah hati. TUHAN bukan sekadar bicara soal strategi politik yang gagal, tetapi pergeseran akar, yaitu pergeseran iman dan ketergantungan dari Allah, sang Sumber Kehidupan, kepada sandaran yang lain. Pelanggaran Yehuda bukan sekadar pelanggaran politik, tetapi pengkhianatan perjanjian. Zedekia tidak sabar menunggu Allah, lalu mencari jalan lain yang tampak lebih kuat, strategis, cepat, dan cerdas. Inilah gambaran hati manusia yang tidak sabar menunggu Allah. Allah menegaskan bahwa semua itu akan gagal (17:9–10), karena hidup yang tidak berakar pada kehendak Allah tidak akan bertahan. Israel tidak bisa diselamatkan oleh strategi manusia, tetapi hanya dengan kembali kepada TUHAN.Apakah Anda selalu mempertahankan kesetiaan kepada Allah? Godaan dosa muncul saat Anda tidak puas terhadap ketetapan Allah. Bila Anda ingin membangun kontrol, kepastian, dan keamanan berdasarkan apa yang bisa Anda lihat, seperti uang, koneksi, kekuatan politis, dan sebagainya, Anda akan memindahkan akar hidup Anda dari Tuhan kepada hal lain. Ke mana akar hidup Anda tertanam? Apakah Anda merambat pada dunia untuk mencari kekuatan, atau Anda berakar pada firman-Nya, kehendak-Nya, dan kasih-Nya? [GI Jokhana]
你生命的根扎在哪里?星期一, 7月13日2026本日经文:《以西结书》17关于种树,一位农夫曾说:"如果树干折断固然不好,但根若虚弱则致命。根决定树木的生死,决定其高矮。"《以西结书》17章揭示了一个常被忽视的真理:决定生命的不是枝条,而是根。这幅栽种的葡萄树的意象看似生机蓬勃,但树的表面之下却隐藏着问题,其根已改变方向(17:7)。从外表上看,葡萄树依然挺立,但其生命的泉源已然改变。《以西结书》17章以谜语和比喻开篇,表明上帝正在传达一些需要深思熟虑而非仅仅听闻的真理。两只鹰和一棵葡萄树象征着犹大的政治格局。耶和华用一个清晰的政治比喻来说明一切:第一只鹰代表巴比伦,它扶持了西底家;第二只鹰代表埃及,西底家在那里寻求帮助。葡萄树则代表以色列。以色列这棵"葡萄树"的主要问题在于它的"根"。它本应扎根于耶和华所指定的地方,忠于与巴比伦所立的政治盟约,直到上帝拯救它。然而,以色列却转向了埃及。这不仅仅是政治上的背叛,更是对上帝的悖逆和不信,因为上帝正透过这事来动工。这个比喻描绘了人心的走向。耶和华并非仅仅在谈论失败的政治策略,而是在谈论根基的转移,是信心的转移,是倚靠上帝——生命之源——转向其他依靠。犹大的过犯也不仅仅是政治上的过犯,更是对盟约的背叛。西底家无法等候上帝,转而寻求另一条看似更强大、更具策略性、更快捷、更明智的道路。这描绘的是一颗无法等候上帝的人心。上帝断言,这一切都将失败(17:9-10),因为没有扎根于上帝旨意的生命无法存活。以色列人无法靠人的计谋得救,唯有归向耶和华才能得救。你是否始终忠于上帝?当你对上帝的旨意感到不满时,犯罪的诱惑就会出现。如果你试图从你所能看到的事物中建立控制、确定性和安全感,例如金钱、人脉、政治权力等等,你就会将根基从上帝转移到其他事物上。你生命的根基扎在哪里?你是在向世界寻求权力,还是扎根于祂的话语、祂的旨意和祂的爱中?[许哈娜传道/沈梵音]
Kasih yang DikhianatiMinggu, 12 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 16:15-63Bacaan Alkitab hari ini langsung berubah dari anugerah menjadi pengkhianatan. Setelah diperindah dengan kemuliaan Allah, Yerusalem justru "mengandalkan kecantikannya" untuk melacur dan berubah setia. Inilah akar kejatuhan mereka: Anugerah yang seharusnya membawa kepada penyembahan justru berubah menjadi kesombongan, egoisme, dan ambisi pribadi. Yerusalem mengambil apa yang berasal dari Allah, yaitu keindahan, status, berkat, lalu menggunakannya untuk menyembah berhala. Yang lebih tragis, umat TUHAN "berzina" bukan karena kekurangan, tetapi di tengah kelimpahan yang diterima dari Allah. Inilah natur dosa yang dalam, yaitu bahwa mereka bukan hanya melanggar aturan, tetapi mengkhianati relasi kasih.Bacaan Alkitab hari ini memang sulit dipahami. Bahasa yang dipakai sangat keras dan mengejutkan karena dosa umat Israel digambarkan sebagai perzinaan yang tidak wajar (16:30–34). Mereka bukan hanya tidak setia, tetapi "membayar" untuk berzina. Ini adalah gambaran bahwa dosa membutakan akal sehat. Dosa membuat manusia memutarbalikkan nilai dengan memberi kepada berhala apa yang seharusnya diberikan kepada TUHAN, bahkan rela "membayar" untuk hal yang menghancurkan diri sendiri. Inilah gambaran ekstrem tentang ketidakrasionalan dosa. Manusia bukan hanya berdosa, tetapi mencintai dosa! Yang lebih mengejutkan, Allah membandingkan Yerusalem dengan Samaria dan Sodom serta menilai Yerusalem sebagai lebih buruk (16:46–52). Kedekatan dengan hal-hal rohani tidak menjamin kesetiaan hati. Walaupun memiliki sejarah iman, simbol-simbol agama, bahkan identitas sebagai umat Allah, mereka memberontak terhadap kebenaran Allah. Dosa yang dilakukan mereka yang "dekat" dengan Allah menjadi sangat serius karena dilakukan secara sadar. Oleh karena itu, Allah menghakimi dengan membuka aib dan menyerahkan mereka pada akibat dosa (16:37–43). Namun, di tengah semua itu, Allah tidak berkata, "Aku selesai," tetapi "Aku ingat." "Aku akan mengingat perjanjian-Ku…" (16:60), dan ini menjadi titik balik yang luar biasa. Kesetiaan Allah jauh melampaui ketidaksetiaan manusia! Ia berjanji untuk memulihkan umat-Nya oleh kasih setia-Nya.Ingatlah bahwa berkat Tuhan bisa menjauhkan kita dari Tuhan, misalnya bila karunia dipakai untuk membanggakan diri, waktu dihabiskan untuk kesenangan atau kesibukan yang membuat Tuhan tersisih, relasi yang menggeser posisi Tuhan dan membuat hubungan dengan Tuhan makin dangkal. Kejatuhan iman bukan hanya bisa disebabkan oleh kekurangan, tetapi juga oleh kelimpahan. Apakah berkat Tuhan mendekatkan Anda kepada Tuhan atau justru menjauhkan? Apakah Anda mengandalkan kekuatan dan kemuliaan diri serta melupakan Allah? [GI Jokhana]
爱的背叛星期日, 7月12日2026本日经文:《以西结书》16:15-63今天的经文立刻从恩典转向背叛。耶路撒冷在蒙受上帝的荣耀之后,却"倚靠自己的美貌"卖淫,背叛了信仰。这正是他们堕落的根源:本应引领他们敬拜的恩典,却变成了骄傲、自私和个人野心。耶路撒冷将上帝所赐予的——美貌、地位和祝福——用来敬拜偶像。更悲惨的是,耶和华的子民"犯了奸淫",并非因为缺乏,而是在他们从上帝那里得到的丰盛之中。这就是罪的本质:他们不仅违背了律法,也背叛了彼此相爱的关系。今天的经文确实难以理解。经文的措辞极其强烈且令人震惊,以色列人的罪行被描述为违背自然规律的奸淫(16:30-34)。他们不仅背信弃义,还为奸淫付出了代价。这说明罪如何蒙蔽人的理智。罪使人扭曲价值观,将本应献给上帝的献给偶像,甚至甘愿为自毁之事买单。这正是罪的非理性的极端体现。人们不仅犯罪,而且还喜爱罪!更令人震惊的是,上帝将耶路撒冷与撒玛利亚和所多玛作比较,并判定耶路撒冷比它们更差(16:46-52)。亲近属灵事物并不能保证内心的忠诚。尽管他们拥有信仰的历史、宗教象征,甚至是上帝子民的身份,他们仍然背叛了上帝的真理。那些"亲近"上帝的人所犯的罪尤其严重,因为他们是明知故犯。因此,上帝审判他们,揭露他们的羞耻,并将他们交在罪的后果之下(16:37-43)。然而,在这一切之中,上帝并没有说"我了结了",而是说"我记得"。"我要追念与你所立的约……"(16:60),这是一个巨大的转折点。上帝的信实远胜过人的背信弃义!祂应许以祂信实的爱来复兴祂的子民。要记住,上帝的祝福也可能使我们远离上帝,例如,如果我们用恩赐来骄傲自满,把时间花在享乐或忙碌上,从而忽略了上帝,使我们与人之间的关系改变了上帝的地位,与上帝的关系越来越远。信心的动摇不仅可能源于匮乏,也可能源于丰盛。上帝的祝福是使你更亲近上帝,还是使你远离上帝?你是否倚靠自己的力量和荣耀而忘记了上帝?[许哈娜传道/沈梵音]
Kasih yang Menemukan KitaSabtu, 11 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 16:1-14Seorang relawan bercerita bahwa ia menemukan seorang bayi yang ditinggalkan di pinggir jalan di sebuah daerah kumuh. Bayi itu dibiarkan begitu saja tanpa kain pembungkus, tanpa makanan, dan tanpa ditunggui. Bayi itu sudah tidak menangis, mungkin suaranya sudah habis. Relawan itu berkata, "Saat melihat bayi itu, aku tahu ia akan mati jika dibiarkan saja, sehingga aku menggendong, membungkus, dan membawanya pulang. Bagiku, ia bukan sampah, tetapi seorang yang harus dicintai." Bacaan Alkitab hari ini memberikan gambaran yang sangat kuat dan dramatis tentang anugerah Allah bagi mereka yang paling tidak layak. Yerusalem digambarkan seperti bayi yang dibuang, tidak diinginkan, tidak dirawat, bahkan dibiarkan mati (16:4–5). Bayi itu lahir tanpa identitas yang layak, tanpa kasih, tanpa harapan. Ini bukan sekadar kisah sejarah, tetapi potret kondisi rohani manusia yang tidak berdaya, najis, dan tidak memiliki apa pun yang dapat dibanggakan di hadapan Allah. Bayi itu tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Ia tergeletak dan benar-benar hanya bergantung pada belas kasihan pihak lain dalam ketidakberdayaan total.Di titik yang paling tidak berdaya itu, Allah bertindak. Ia lewat dan berkata, "Engkau harus hidup!" (16:6). Firman ini adalah anugerah yang memberi kehidupan. Sebenarnya, Allah tidak melihat sesuatu yang layak tentang Yerusalem, tetapi Ia memilih untuk mengasihi. Ia membersihkan, merawat, dan membesarkannya. Firman ini adalah anugerah yang murni karena keputusan Allah sendiri, bukan karena kelayakan manusia. Dalam bahasa teologi, firman ini menegaskan bahwa keselamatan berasal sepenuhnya dari inisiatif Allah, bukan dari usaha manusia. Kita tidak lahir dalam keadaan kuat, saleh, atau layak di hadapan Allah. Kita lahir dalam dosa, terpisah dari Allah, tanpa kemampuan menyelamatkan diri. Ketika Yerusalem bertumbuh, TUHAN tidak hanya memelihara, tetapi mengikat perjanjian dan memperindahnya dengan kemuliaan dari diri-Nya sendiri (16:8,14). Hal ini menunjukkan bahwa keindahan umat TUHAN adalah anugerah dan pemberian Allah, bukan usaha sendiri. Manusia—yang tidak berdaya dan tidak layak—dipulihkan dan diberi identitas baru. Umat yang tidak layak dan terbuang kini menjadi milik Allah dan menjadi berharga semata-mata hanya karena kasih-Nya. Manusia berdosa sering kali lupa dari mana ia berasal, padahal, kita telah menerima semua berkat jasmani dan rohani serta identitas baru dalam Allah. Kita lupa bahwa semua milik kita adalah pemberian Allah. Apakah Anda hidup dengan kesadaran akan anugerah Allah atau Anda mulai melupakan Allah? Saat Anda berada di titik terendah dalam hidup Anda, bagaimana kasih Allah memulihkan diri Anda? [GI Jokhana]
爱寻觅我们星期六, 7月11日2026本日经文:《以西结书》16:1-14一位志愿者讲述了他在贫民窟路边发现一个被遗弃的婴儿。这个婴儿没有被包裹,没有食物,也没有人照料。婴儿停止了哭泣;或许他的声音已经嘶哑。这位志愿者说:"当我看到这个婴儿时,我知道如果把他留下,他就会死去,所以我把他抱起来,裹好,带回了家。对我来说,他不是垃圾,而是一个需要被爱的人。"今天的圣经经文描绘了一幅震撼人心的画面,展现了上帝对最不配得之人的恩典。耶路撒冷被描绘成一个被遗弃的婴儿,无人需要,无人照料,甚至被遗弃等死(16:4-5)。这个婴儿生来就没有真正的身份,没有爱,没有希望。这不仅仅是一个历史记载,而是一幅人类属灵境况的写照:无助、污秽,在上帝面前,没有什么可夸的。这个婴儿无法自救。他躺在那里,完全无助,依赖别人的怜悯,任凭他人摆布。就在他彻底无助之时,上帝出手相助。祂从他身边经过,说:"你仍可存活!"(16:6)。这话语是赐予生命的恩典。事实上,上帝并不认为耶路撒冷有什么可取之处,但祂却选择爱它。祂洁净它,眷顾它,并使它复兴。这话语是上帝纯粹的恩赐,是出于上帝的旨意,而非我们配得到。从神学的角度来看,这话语肯定了救恩完全出于上帝的主动,而非出于人的努力。我们并非生来就强壮、虔诚或在上帝面前配得。我们生来就有罪,与上帝隔绝,没有能力自救。随着耶路撒冷的兴盛,耶和华不仅保守了它,还与它立约,并以祂自己的荣耀使她美丽(16:8,14)。这表明,耶和华子民的美丽是上帝的恩赐和恩典,而非我们自身的努力。那些曾经无助、不配得的人,如今得到了救赎,被赋予了新的身份。这些曾经不配得、被遗弃的人,如今都属于上帝,他们的价值完全源于上帝的爱。罪人常常忘记自己的根源,即便我们已经领受了所有物质和精神上的祝福,并在上帝里获得了新的身份。我们忘记了我们所拥有的一切都是上帝的恩赐。你是否时刻意识到上帝的恩典,还是已经开始忘记上帝?当你身处人生低谷时,上帝的爱是如何使你重获新生的?[许哈娜传道/沈梵音]
心中的宝座与生命的果子星期五, 7月10日2026本日经文:《以西结书》14-15约 翰·加尔文曾说过:"人的心是一座制造偶像的工厂。"这意味着,我们常常在不知不觉中不断"制造"取代上帝的偶像,例如成功、安逸、人际关系、事奉,以及其他看似美好的事物,并把它们放在原本只属于上帝的位置上。我们爱这些事物、信靠这些事物、顺服这些事物,甚至超过爱上帝。从这个角度来看,《以西结书》第14章所揭示的问题就变得非常私人化。问题不仅仅是外在的偶像,而是心中的宝座已经悄悄地被不是上帝的事物所占据。以色列的长老们来到上帝面前求问祂,但上帝却揭露了他们内心真实的光景。他们"将自己的假神接到心里"(14:3)。"将假神接到心里",就是把某样事物放在我们内心,即我们的渴望、决定和信念的中心位置,高过上帝。圣经中"假神"这个词常带有轻蔑的意味,用来形容污秽、毫无价值之物。因此,他们心中所珍藏和倚靠的,在上帝眼中其实是污秽和虚空的。这就是他们的罪就是对上帝的忠诚被分割了。他们想听上帝的声音,却不愿离弃假神,仍然把安全感、生活的舒适、个人名望或自身利益放在首位。因此,上帝说,祂要按照他们众多的假神来回答他们,好揭露他们内心真实的光景(14:4-5)。接着,上帝提到了三位伟大的信心人物:挪亚、但以理和约伯(14:14,20)。他们都是敬虔忠心的人。然而,即使他们身处百姓当中,也只能因自己的义救自己。由此可见,信心不能由别人代替,也不是集体性的,更不能靠传承而自动拥有。救恩不是因为拥有敬虔的祖先、辉煌的历史、神圣的城市,或丰富的属灵传统。我们不能在没有个人悔改的情况下"借用"别人的信心。与敬虔的人亲近,并不能自动获得属灵的保障。人与上帝的关系是个人性的,每个人都必须为自己与上帝的关系负责。第15章则把以色列比作葡萄树的枝子。葡萄树唯一的价值就在于结果子。若不结果子,它就毫无用处,只能被丢弃焚烧。这强调了上帝的子民蒙召要过顺服、忠心的生活。若没有生命的果子,上帝子民的身份就失去了意义。拜假神的心会导致生命不结果子,而不结果子的生命,也显明这颗心并不真正属于上帝。上帝察看人的内心,而不仅仅是外在的表现。上帝愿意拆毁我们心中的假神,使我们重新归向祂。你心中是否隐藏着某些假神?你的生命是否结出了果子?[许哈娜传道/邝绮茵]
Takhta Hati dan Buah KehidupanJumat, 10 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 14-15John Calvin pernah berkata, "Hati manusia adalah pabrik berhala yang abadi." Artinya, tanpa sadar, kita terus "memproduksi" berhala pengganti Allah, seperti kesuksesan, kenyamanan, relasi, pelayanan, dan hal-hal "baik" lainnya, lalu menaruhnya di posisi yang seharusnya hanya untuk Allah. Semua itu kita kasihi, kita percayai, dan kita taati lebih daripada TUHAN. Dengan kacamata ini, persoalan dalam Yehezkiel 14 menjadi sangat personal, yaitu bahwa masalahnya bukan sekadar berhala di luar, tetapi takhta hati yang diam-diam sudah diduduki oleh yang bukan Tuhan. Para tua-tua Israel datang mencari TUHAN, tetapi Ia membongkar isi hati mereka. Mereka telah "menjunjung berhala-berhala dalam hatinya" (14:3). "Menjunjung berhala" berarti memberi tempat tertinggi kepada sesuatu selain Allah di pusat keinginan, keputusan, dan kepercayaan (hati) kita. Sebutan "berhala" sering dipakai dengan nada menghina untuk menggambarkan sesuatu yang najis dan tidak bernilai. Jadi, apa yang mereka simpan dan andalkan di dalam hati sebenarnya adalah kotor dan sia-sia di hadapan Allah. Inilah dosa mereka, yaitu loyalitas hati yang terbagi. Mereka ingin mendengar suara TUHAN, tetapi tidak mau meninggalkan berhala dan terus mengutamakan hal-hal lain seperti keamanan, kenyamanan hidup, popularitas, atau kepentingan pribadi. Oleh karena itu TUHAN berkata bahwa Ia akan menjawab mereka dengan cara yang menyingkapkan isi hati mereka sendiri (14:4–5).Selanjutnya, TUHAN menyebut tiga nama besar: Nuh, Daniel, dan Ayub (14:14, 20). Mereka adalah tokoh-tokoh iman yang benar dan setia. Sekalipun berada di tengah umat, mereka hanya bisa menyelamatkan diri sendiri. Jelas bahwa iman tidak bisa diwakilkan, tidak bersifat kolektif dan tidak bisa diwariskan. Keselamatan bukan karena leluhur yang hebat, sejarah yang mulia, kota yang suci, atau warisan rohani. Kita tidak bisa "menumpang iman" orang lain tanpa pertobatan pribadi. Tidak ada perlindungan rohani karena kedekatan dengan orang saleh. Relasi dengan Allah bersifat pribadi dan setiap orang harus bertanggung jawab atas hubungannya sendiri dengan Allah. Pasal 15 menggambarkan Israel seperti kayu anggur yang hanya bernilai jika berbuah. Tanpa buah, kayu anggur tidak berguna dan hanya untuk dibakar. Hal ini menegaskan bahwa umat TUHAN dipanggil untuk hidup taat dan setia. Tanpa buah, identitas umat kehilangan makna. Hati yang menyembah berhala membuat hidup tidak berbuah, dan hidup yang tidak berbuah menunjukkan hati yang bukan milik TUHAN. Allah melihat hati, bukan sekadar melihat penampilan luar. Allah mau membongkar berhala kita agar kita kembali kepada-Nya. Apakah ada berhala yang tersembunyi di dalam hati Anda? Apakah hidup Anda telah berbuah? [GI Jokhana]
Suara yang Menipu HatiKamis, 9 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 13Seorang pendaki gunung pernah bercerita bahwa suatu saat ia tersesat di tengah kabut tebal, ia mendengar suara samar dari kejauhan seperti ada yang memanggil dan menunjukkan arah. Dengan penuh harapan, ia mengikuti suara itu. Ternyata, ia hampir melangkah ke tepi jurang. Untungnya, kabut menipis sehingga ia melihat bahaya di depannya sebelum terlambat. Belakangan, ia sadar bahwa suara itu hanya gema dari lembah yang terdengar seolah-olah memberi petunjuk. Bacaan Alkitab hari ini menyingkapkan krisis serius, yaitu adanya suara yang terdengar rohani, tetapi tidak berasal dari Allah. Para nabi palsu berkata, "Demikianlah firman TUHAN", padahal Allah tidak berbicara kepada mereka (13:6–7). Masalahnya adalah sumber pesan mereka. Mereka mengikuti "roh mereka sendiri", bukan Roh Allah. Mereka menyampaikan pesan yang lahir dari pikiran sendiri, dari keinginan untuk diterima dan disukai orang. Mereka mencari kenyamanan, popularitas, dan ketenangan yang semu, bukan kebenaran. Praktik para nabi palsu ini adalah pengkhianatan terhadap otoritas ilahi. Mereka mengklaim berbicara atas nama Allah tanpa dasar wahyu. Penglihatan yang mereka lihat hanya tipuan dan tenungan mereka adalah kebohongan. Mereka menggantikan firman TUHAN dengan imajinasi religius yang terasa meyakinkan, tetapi sebenarnya hampa. Bahkan, para nabiah palsu membuat ‘tali-tali jimat’ (13:18–21), yaitu praktik rohani yang menyesatkan untuk mencari rasa aman dengan cara sendiri. Semua ini memperlihatkan praktik dosa yang mengganti kebenaran Allah dengan narasi yang hanya menyenangkan manusia.Pada akhirnya, TUHAN sendiri akan melawan dan menentang para nabi palsu! Allah akan membongkar kebohongan mereka, menghentikan pengaruh mereka atas umat yang dikasihi-Nya, serta menyatakan kebenaran-Nya sebagai satu-satunya suara yang sah. Allah tidak bersifat netral terhadap kepalsuan rohani. Ia aktif menentang, membongkar, dan menghakimi setiap suara yang memakai nama-Nya, tetapi tidak berasal dari Dia. Inilah peringatan bagi kita, yaitu bahwa berbicara atas nama Allah bukan hal yang ringan. Memakai nama Allah untuk kepentingan sendiri bukan hanya menyesatkan orang lain, tetapi juga menempatkan diri sendiri berhadapan langsung dengan Allah. Tanyakanlah kepada diri Anda sendiri, "Suara siapa yang Anda dengar?" Sumber suara akan menentukan arah hidup Anda. Di tengah banyaknya "pesan rohani", bahaya terbesar bukanlah kurangnya suara, tetapi terlalu banyak suara yang tidak berasal dari Tuhan. Selain soal mendengar, cara menyampaikan firman Allah juga harus diuji: Apakah Anda setia pada kebenaran atau Anda melakukan kompromi demi menyenangkan orang? Ujilah setiap suara yang Anda dengar dan setiap kata yang Anda ucapkan! [GI Jokhana]
欺骗人的声音 星期四, 7月9日2026本日经文:《以西结书》13一位登山者曾分享过这样的经历:有一次,他在浓雾中迷失了方向。朦胧之间,他听见远处似乎有人在呼唤,并为他指引道路。怀着满心的盼望,他循着那声音前行。没想到,他差一点就踏向悬崖边缘。幸好浓雾渐渐散开,使他在关键时刻看见前方的危险。后来他才明白,那声音不过是山谷中的回音,听起来仿佛在为他指路而已。今天的阅读经文揭示了一场严重的危机,即有些声音听起来很属灵,却并非来自上帝。假先知说:"这是上帝说的",其实上帝根本没有对他们说话(13:6-7)。问题在于他们信息的来源。他们顺从的是"自己的灵",而不是上帝的灵。他们所传讲的信息出于自己的思想,以及渴望被人接纳和喜爱的心。他们追求的是安逸、名声和虚假的平安,而不是真理。这些假先知的行为,是对神圣权柄的背叛。他们在没有启示依据的情况下,擅自宣称自己是奉上帝的名说话。他们所见的是虚假的异象,他们的占卜也是谎言。他们用宗教性的想象取代上帝的话语;这些话听起来令人信服,实际上却是虚空的。甚至那些假女先知还制作"靠枕"(13:18-21),以误导性的属灵做法,让人用自己的方式寻求安全感。这一切都显明犯罪行为:以讨人喜欢的叙事取代上帝的真理。最终上帝亲自起来攻击这些假先知!上帝必揭露他们的谎言,终止他们对祂所爱的百姓的影响,并显明祂唯一合法声音的真理。对于属灵的虚假,上帝绝不是中立的。祂主动抵挡、揭露并审判一切冒用祂名却不出于祂的声音。这也是给我们的提醒:奉上帝的名说话绝非小事。利用上帝的名来满足自己的利益,不但会误导别人,也会使自己直接与上帝对立。请问问自己:"你正在听谁的声音?" 因为声音的来源,将决定你人生的方向。在这个充满各种"属灵信息"的时代,最大的危险并不是没有声音,而是有太多并非来自上帝的声音。除了聆听之外,我们传讲上帝话语的方式也必须受检验:你是否忠于真理?还是为了讨人喜欢而妥协?务要察验你所听见的每一个声音,也要察验你所说出的每一句话。[许哈娜传道/邝绮茵]
习以为常,失去敏锐星期三, 7月8日2026本日经文:《以西结书》12有一个人住在铁路旁边。起初,每当火车经过时,他都会被巨大的轰鸣声惊醒。几个星期后,他渐渐习惯了,火车的声音再也不会影响他的睡眠。有一天晚上,他家里的煤气发生了泄漏。邻居们拼命敲门,并大声呼喊他的名字,试图把他叫醒,但他始终没有醒来。因为他已经太习惯忽略各种巨大的声响,以至于当真正的危险来临时,他也不觉得自己需要醒过来。人的心也是如此。当我们不断忽略良心的声音、上帝话语的警戒与责备,以及圣灵的提醒和感动时,我们的心就会逐渐变得麻木,失去了敏锐。今天的阅读经文正是上帝对那些已经"麻木不仁"的百姓所发出的强烈震动,要唤醒他们。他们沉溺于一种致命的属灵习惯之中:有眼睛却看不见,有耳朵却听不见。问题并不在于他们缺少上帝的话语,而是在于他们的心拒绝回应。因此,上帝吩咐以西结采取象征性的行动:像被掳的人一样预备使用的物件、挖通了墙,并在夜间离开(12:3-6)。这是一场"先知性的行动剧",目的是让百姓明白被掳是即将发生的现实。活在幻想中的百姓却不断地说:"他所见的异象和预言是关乎后来许多的日子及极远的时候。"(12:27)但上帝郑重宣告:不再有拖延的时候了,祂所说的话必快应验。有几点值得特别留意:第一,"悖逆之家"这个称呼强调的是一种主动抗拒上帝、顽梗不化的态度。第二,"看见"和"听见"不仅仅是身体上的功能,更是信心的回应。看见意味着明白,听见意味着顺服。然而,上帝的百姓却拒绝明白,也拒绝顺服祂的话语。拖延悔改,其实就是对上帝的不信。第三,"不再耽延"(12:25,28)表明上帝不会无限期地推迟祂的话语。祂所宣告的,必要成就,并且很快就会发生。尽管以色列人如此顽梗,上帝仍然不断向他们说话、发出警告,并邀请他们回转。以西结先知出现在被掳之民当中,本身就是一个记号,表明上帝并没有放弃他们。他们虽然因自己的罪而被掳,但上帝依然与他们同在,并借着祂的话语继续向他们说话。今天,你的心是否仍然对上帝的声音保持敏锐?还是因为长期忽视祂,而变得越来越麻木?是否有一些上帝的话语,你已经听过很多次,却始终没有顺服实行?不要一直拖延,直到有一天,你的心已经失去了回应上帝的能力![许哈娜传道/邝绮茵]
Ketaatan yang Tidak UtuhRabu, 8 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 12Ada seorang pria yang tinggal di dekat rel kereta api. Mula-mula, setiap kali ada kereta yang lewat, ia selalu terbangun karena suara kereta sangat keras. Setelah beberapa minggu, ia mulai terbiasa, dan suara kereta sudah tidak mengganggu tidurnya. Suatu malam, gas di rumahnya bocor. Para tetangga berusaha membangunkannya dengan memukul pintu dan berteriak memanggil namanya, tetapi ia tidak terbangun. Ia sudah terlalu terbiasa mengabaikan suara keras, sehingga saat bahaya datang, ia tidak merasa perlu untuk terbangun. Begitulah kondisi hati manusia. Bila kita mengabaikan suara hati nurani, peringatan dan teguran firman TUHAN, serta bisikan atau dorongan Roh Kudus, hati kita akan menjadi kebal dan kehilangan kepekaan. Bacaan Alkitab hari ini adalah guncangan keras Allah untuk membangunkan umat-Nya yang telah "mati rasa". Mereka larut dalam kebiasaan rohani yang mematikan: punya mata, tetapi tidak melihat; punya telinga, tetapi tidak mendengar. Masalah mereka bukan kekurangan firman Allah, tetapi hati yang menolak untuk merespons. Oleh karena itu, TUHAN memerintahkan Yehezkiel untuk melakukan tindakan simbolis, yaitu berkemas seperti orang buangan, menggali tembok, dan keluar pada malam hari (12:3-6). Inilah "drama profetik" yang memperlihatkan bahwa pembuangan itu nyata dan segera. Umat Allah yang hidup dalam ilusi terus berkata, "Penglihatan dan nubuat itu untuk masa yang masih jauh dan lama" (12:27). Akan tetapi, TUHAN menegaskan bahwa tidak ada lagi penundaan. Apa yang difirmankan-Nya akan segera terjadi.Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan: Pertama, istilah "kaum pemberontak" menyoroti sikap keras kepala yang aktif menolak Allah. Kedua, kata "melihat" dan "mendengar" menunjuk pada respons iman. Melihat berarti memahami, dan mendengar berarti taat. Namun, umat TUHAN menolak untuk memahami maupun menaati firman-Nya. Menunda untuk bertobat adalah ekspresi ketidakpercayaan kepada Allah. Ketiga, "tidak ditunda-tunda" (12:25, 28) berarti TUHAN tidak akan menarik ulur firman-Nya. Ia akan segera melaksanakan apa yang dikatakan-Nya. Sekalipun Israel keras kepala, Allah masih berbicara, memperingatkan, dan mengundang mereka untuk kembali. Kehadiran Nabi Yehezkiel di tengah umat buangan adalah tanda bahwa Allah belum menyerah. Mereka dibuang karena dosa mereka, tetapi Ia tetap menyertai dan berbicara kepada mereka melalui firman-Nya. Apakah hati Anda masih peka terhadap suara TUHAN atau Anda mengabaikannya sehingga menjadi mati rasa? Apakah ada kebenaran firman Allah yang sudah sering Anda dengar, tetapi tidak Anda taati? Jangan menunda sampai hati Anda tidak mampu merespons lagi! [GI Jokhana]
恢复从心里开始星期二, 7月7日2026本日经文:《以西结书》11以西结先知被带到圣殿的东门,那里是国家领袖聚集商议重大事务,无论是政治还是属灵事务的地方。在那里,这些领袖将耶路撒冷比作"铁锅"。他们自以为这座城坚固稳妥、不可动摇,并且能够保护他们。然而,这其实是一种虚假的安全感。他们的心早已远离上帝,而祂将亲自审判他们。这些领袖应以智慧带领百姓,却以骄傲自居;那些蒙召牧养群羊的人,反而利用权力压迫百姓。因此,上帝明确宣告:他们所夸耀的保障必然崩塌,而他们也将为自己拒绝上帝的行为承担后果。在这段预言当中,其中一位领袖突然死去(11:13)。这件事深深震撼了以西结先知。他俯伏在地,向上帝呼求。这表明他所传达的信息是何等沉重。然而,在严厉的审判之中,仍然显出了盼望:即使上帝的百姓被分散在列国之中,上帝仍然是他们的避难所,并与他们同在。上帝说:"我还要在他们所到的列邦,暂作他们的圣所。"(11:16)这意味着,即便圣殿被毁、领袖失职、城邑倾覆,上帝仍然与祂的百姓同在。祂的同在并不依赖于建筑物或特定地点;祂的爱不受距离限制,祂的恩典也不会因环境而受阻。凡寻求祂的人,祂必亲自与他们同在。不仅如此,上帝还应许要赐给他们一颗新心和一个新灵,把石心除掉,赐给他们肉心(11:19)。上帝所应许的恢复,不仅仅是归回故土,更是内在生命的更新、关系的修复,以及一个靠着祂的灵活在上帝面前的群体。最终,以色列将成为属上帝的子民,活在祂的同在之中,而上帝也要作他们的上帝(11:20)。以色列最大的問題并非政治危机或被掳流亡,而是他们向着上帝刚硬的心。因此,真正的复兴必须从上帝所施行的内在更新开始。一幅令人忧伤的画面关于上帝的荣耀离开了城,停留在城东的山上(11:22-25)。这象征着上帝与祂百姓之间真实而沉重的隔阂。然而,有一天,上帝必再次带来复兴。审判并不是故事的终点,因为上帝信实的慈爱仍然持续运行。你的心是否仍然刚硬、远离上帝?还是愿意让上帝塑造和更新,好使你能够带着一颗新心活在上帝的面前呢 ? [许哈娜传道/邝绮茵]
Pemulihan Dimulai dari HatiSelasa, 7 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 11Nabi Yehezkiel dibawa ke gerbang timur Bait Suci, tempat para pemimpin bangsa berkumpul untuk mengambil keputusan penting, baik politik maupun rohani. Di sana, para pemimpin itu menggambarkan Yerusalem seperti "kuali besi". Mereka merasa kota ini kuat, tidak tergoyahkan, dan mampu melindungi mereka. Padahal sesungguhnya, ini adalah rasa aman yang palsu. Hati para pemimpin sudah jauh dari TUHAN; dan Ia akan berperkara dengan mereka. Para pemimpin yang seharusnya memimpin dengan hikmat justru memimpin dengan kesombongan. Mereka yang dipanggil menggembalakan umat malah memakai kekuasaan untuk menindas. Oleh karena itu, TUHAN menegaskan bahwa perlindungan yang mereka banggakan akan runtuh, dan mereka sendiri akan menanggung akibat dari penolakan mereka terhadap Allah.Di tengah penubuatan itu, salah satu pemimpin tiba-tiba mati (11:13). Peristiwa ini mengguncang Nabi Yehezkiel. Ia tersungkur dan berseru kepada TUHAN. Hal ini menunjukkan betapa beratnya pesan yang harus ia sampaikan. Namun, di tengah penghakiman yang keras, muncul pengharapan bahwa sekalipun umat Allah tercerai-berai di antara bangsa-bangsa, Allah menjadi tempat perlindungan dan hadir bagi umat-Nya. TUHAN berfirman, "Aku menjadi tempat kudus sementara bagi mereka" (11:16). Artinya, meskipun Bait Suci hancur, kepemimpinan gagal, dan kota runtuh, TUHAN tetap menyertai umat-Nya. Kehadiran-Nya tidak bergantung pada gedung atau tempat tertentu. Kasih-Nya tidak dibatasi oleh jarak dan anugerah-Nya tidak terhalang oleh keadaan. Ia akan tetap hadir bagi umat yang mencari Dia. Lebih dari itu, TUHAN berjanji memberi hati yang baru dan roh yang baru, mengganti hati yang membatu dengan hati yang taat (11:19). Pemulihan yang dijanjikan Allah bukan sekadar kembali ke tanah asal, tetapi transformasi dari dalam, pemulihan relasi, dan umat yang hidup oleh Roh-Nya di hadapan Allah. Akhirnya, Israel akan menjadi umat Allah yang hidup dalam hadirat-Nya dan TUHAN akan menjadi Allah mereka (11:20).Masalah utama Israel bukan sekadar politik atau pembuangan, tetapi hati yang keras terhadap Allah. Oleh karena itu, pemulihan sejati dimulai dari pembaruan batiniah yang dikerjakan Allah. Gambaran menyedihkan tentang kemuliaan TUHAN yang meninggalkan kota karena dosa dan berhenti di atas gunung di sebelah timur (11:22-25) menandai jarak yang nyata antara Allah dan umat-Nya. Namun, suatu hari, Allah akan kembali membawa pemulihan bagi umat-Nya. Penghakiman bukan akhir cerita karena kasih setia Allah tetap bekerja. Apakah hati Anda masih keras dan menjauhi Allah atau Anda mau dibentuk dan diperbarui agar dapat hidup di hadapan Tuhan dengan hati yang baru? [GI Jokhana]
远离的荣耀星期一, 7月6日2026本日经文:《以西结书》10以西结先知再次看见了基路伯和满了眼睛的轮子的异象,与第一章所记载的异象相似,但所处的情境却截然不同。在第一章中,上帝降临并呼召;而在本章中,上帝却开始离开。这个异象并非单纯的重复,而是一个更加严肃的警告。在百姓的罪恶被揭露之后(第8章),审判开始临到(第9章),上帝的同在逐渐被撤回,最终达到令人悲痛的高潮:"上帝的荣耀出去了……"(10:18)。今天的阅读经文描绘了一场极其深刻的属灵悲剧——上帝的荣耀开始离开祂的圣殿。上帝的荣耀并非瞬间离去,而是缓缓地移动。这表明上帝不会轻易离弃祂的百姓。然而,当罪恶被持续保留,悔改的呼召不断被拒绝时,上帝就收回祂的同在。原本充满荣耀的圣殿变得空洞,只剩下一座失去生命的建筑。上帝子民最大的悲剧不是城邑被毁灭,而是失去了上帝的同在。上帝的同在并不是自动拥有的!祂的同在乃是恩典,而当祂的百姓不断拒绝祂时,这恩典也可能被收回。你的生命是在吸引上帝的同在,还是像以色列民的历史一样,使上帝渐渐远离呢?教会也极有可能沦为一间"没有上帝同在的教会"。活动仍然存在,礼仪照常进行,事工持续运作,但上帝却不在那里!当上帝的百姓持续拒绝祂时,上帝的荣耀就可能渐渐远离。最危险的莫过于我们仍自以为"一切安好",其实上帝的同在早已不再真实地显现在我们的生命中。《以西结书》第10章揭示了上帝子民历史上一场极其悲伤的悲剧——上帝的同在离开了祂的百姓。这件事警告我们上帝不会长久停留在拒绝祂的地方。祂是掌权的主,并且仍然继续动工!我们最大的问题并不是失去建筑、事工或各种活动,而是在不知不觉中失去了上帝的同在。今天的阅读经文提醒我们,不要轻忽隐藏的罪。不要满足于外在的形式,却没有"内容"。"当趁上帝可寻找的时候寻找祂,相近的时候求告祂。"(《以赛亚书》55:6)宁可失去一切,却拥有上帝的同在;也不要拥有一切,却失去上帝的同在。被上帝的荣耀离弃,是最大的损失,而我们往往最容易忽略这一点。你是否对上帝的同在仍然保持敏锐的心还是仅仅在没有祂的同在情况下,过着例行公事般的生活?不要让祂离开你![许哈娜传道/邝绮茵]
Kemuliaan yang MenjauhSenin, 6 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 10Nabi Yehezkiel kembali mendapat penglihatan tentang kerubim dan roda-roda yang penuh mata seperti dalam pasal 1, tetapi dalam suasana yang sangat berbeda. Di pasal 1, Allah datang dan memanggil, sedangkan di pasal ini, Allah mulai pergi. Penglihatan ini bukan sekadar pengulangan, melainkan peringatan yang makin serius. Setelah dosa umat dibongkar (pasal 8) dan penghakiman dimulai (pasal 9), kehadiran Allah ditarik dan puncaknya adalah kalimat yang menyedihkan, "Kemuliaan TUHAN pergi…" (10:18).Bacaan Alkitab hari ini menggambarkan tragedi rohani yang sangat dalam, yaitu bahwa kemuliaan TUHAN mulai meninggalkan Bait-Nya. Kemuliaan Allah tidak pergi seketika, tetapi beranjak perlahan. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak sembarangan meninggalkan umat-Nya. Saat dosa terus dipertahankan dan seruan pertobatan ditolak, Allah menarik kehadiran-Nya. Bait Allah yang semula penuh kemuliaan menjadi kosong, tinggal bangunan tanpa kehidupan. Tragedi terbesar umat Allah bukan kehancuran kota, tetapi kepergian hadirat Allah. Allah tidak hadir secara otomatis! Kehadiran-Nya adalah anugerah, dan anugerah itu bisa ditarik bila umat terus menolak Allah. Apakah hidup Anda mengundang kehadiran Allah atau justru membuat-Nya pergi menjauh seperti yang terjadi dalam sejarah umat Israel?Gereja sangat mungkin jatuh menjadi "gereja tanpa hadirat Allah". Aktivitas ada, liturgi ada, pelayanan jalan, tetapi Allah tidak hadir! Kemuliaan Allah bisa bergerak menjauh bila umat-Nya terus menolak Dia. Tidak ada yang lebih berbahaya daripada tetap merasa "baik-baik saja", padahal hadirat Allah sudah tidak lagi nyata dalam hidup kita. Yehezkiel 10 menyingkapkan sebuah tragedi yang sangat menyedihkan dalam sejarah umat Allah, yaitu saat hadirat TUHAN meninggalkan umat-Nya. Peristiwa ini memperingatkan bahwa Allah tidak akan tinggal di tempat yang menolak Dia. Ia berdaulat dan terus bekerja!Masalah terbesar kita bukan saat kita kehilangan bangunan dan aktivitas, tetapi saat kita tanpa sadar kehilangan hadirat Allah. Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita agar tidak bermain-main dengan dosa yang tersembunyi. Jangan puas dengan bentuk luar tanpa "isi." "Carilah TUHAN selagi Ia berkenan ditemui" (Yesaya 55:6). Lebih baik kita kehilangan segala sesuatu tetapi memiliki hadirat Allah, daripada memiliki segalanya tetapi kehilangan hadirat Allah. Ditinggalkan oleh kemuliaan Allah merupakan kehilangan terbesar yang sering tidak kita sadari. Apakah Anda memiliki kepekaan terhadap kehadiran Allah atau Anda hanya menjalani rutinitas rohani tanpa Dia? Jangan sampai Ia meninggalkan Anda! [GI Jokhana]
看见一切的上帝星期日, 7月5日2026本日经文:《以西结书》8-9在第八章中,以西结看见了一件极其可怕的事!上帝子民的罪不只是发生在外面,更隐藏在圣殿里面!他们敬拜,却满心充满偶像。他们敬拜污秽之物,向外邦神明哀哭,甚至背向上帝,向太阳下拜。这一切都是上帝所憎恶、在祂眼中极其可憎的异教敬拜行为。上帝的子民彻底弃绝了祂,玷污了祂的圣洁,并以别神代替上帝。以色列人的罪已经达到顶点。讽刺的是,他们竟然说:"上帝看不见我们。"(8:12)然而,上帝的真理显明出来:事实上,上帝看见一切!在祂面前,没有任何罪恶能够隐藏。上帝一次又一次地问以西结是否看见了。这问题其实是在呼召他,要像上帝一样去看。随后,上帝又说,以西结还会看见更加可憎的事。罪恶并没有停止,反而越来越深、越来越隐藏,也越来越败坏。上帝带着以西结一步一步深入,从外院直到最里面的地方,为的是显明以色列属灵的败坏已经进入敬拜的核心。在审判施行之前,上帝先确保罪恶被彻底显露出来,不只是外在行为,而是深入人心。很多时候,我们最大的问题不是看不见罪,而是没有像上帝那样看待罪。上帝的审判从祂自己的圣所开始(9:6)。六位执行审判的使者被差遣出去,但其中有一位要在那些因罪恶而哀伤的人额上做记号,就是那些内心仍然对上帝圣洁保持敏感的人(9:4)。上帝施行审判,并不是因为祂失去了慈爱,而是因为祂的圣洁绝不能与持续不肯离弃的罪妥协。百姓已经看见、听见,也一次又一次被警告,却仍然硬着心。到了这个地步,审判乃是圣洁公义之上帝的彰显,而不是残忍。当审判来到时,界线就变得清楚了;分别的标准,不是在于谁看起来属灵,谁不属灵,而是在于谁看见罪并为罪忧伤,和谁继续隐藏罪恶,以为上帝看不见。你是否像上帝那样看见自己生命中的罪?还是仍然活在一种虚假的错觉里,以为上帝并不在意?请记得,上帝看见一切!祂呼召你,不是
TUHAN yang Melihat SegalanyaMinggu, 5 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 8-9Di pasal 8, kepada Yehezkiel diperlihatkan sesuatu yang mengerikan! Dosa umat Allah bukan hanya terjadi di luar, tetapi juga tersembunyi di dalam Bait Allah! Mereka beribadah, tetapi hati mereka dipenuhi dengan berhala. Mereka menyembah apa yang najis, meratap kepada dewa asing, bahkan membelakangi TUHAN untuk sujud kepada matahari. Semua ini adalah praktik penyembahan kafir yang dibenci TUHAN dan menjijikkan di mata-Nya. Umat Allah telah benar-benar menolak Allah, mencemarkan kekudusan-Nya, dan mengganti Allah dengan ilah lain. Dosa umat Israel sudah memuncak. Ironisnya, mereka malah berkata, "TUHAN tidak melihat kita." (8:12). Akan tetapi, kebenaran Allah dinyatakan, yaitu bahwa sesungguhnya, TUHAN melihat segalanya! Tidak ada dosa yang tersembunyi di hadapan-Nya. Berulang kali, TUHAN bertanya apakah Yehezkiel melihat. Pertanyaan itu adalah panggilan untuk melihat seperti Tuhan melihat. Selanjutnya, TUHAN berkata bahwa Yehezkiel akan melihat perbuatan-perbuatan yang lebih menjijikkan. Dosa tidak berhenti, melainkan makin dalam, makin tersembunyi, dan makin merusak. TUHAN membawa Yehezkiel untuk masuk makin jauh, dari pelataran hingga ke ruang terdalam, untuk menunjukkan bahwa kerusakan rohani umat Israel telah mencapai pusat ibadah. Sebelum penghakiman dilaksanakan, TUHAN memastikan bahwa dosa benar-benar terlihat, bukan hanya secara lahiriah, tetapi sampai kedalaman hati. Sering kali, masalah terbesar kita bukan bahwa kita tidak melihat dosa, tetapi kita tidak melihat seperti Allah melihatnya.Penghakiman TUHAN dimulai dari tempat kudus-Nya sendiri (9:6). Enam pelaksana penghukuman diutus, tetapi ada satu yang menandai mereka yang berdukacita atas dosa, yaitu mereka yang hatinya masih peka terhadap kekudusan TUHAN (9:4). Penghakiman Allah terjadi bukan karena Ia kehilangan kasih, tetapi karena kekudusan-Nya tidak dapat berkompromi dengan dosa yang terus-menerus ditolak untuk ditinggalkan. Umat telah melihat, mendengar, dan diperingatkan berkali-kali, tetapi tetap mengeraskan hati. Pada titik ini, penghakiman adalah ekspresi keadilan Allah yang kudus, bukan kekejaman. Ketika penghakiman datang, garis pemisah menjadi jelas; bukan antara yang tampak rohani dan yang tidak, tetapi antara yang melihat dosa dan berduka karenanya, dengan yang menyembunyikannya serta menganggap TUHAN tidak melihat. Apakah Anda melihat dosa dalam hidup Anda seperti Allah melihatnya atau Anda masih hidup dalam ilusi palsu bahwa Allah tidak memperhatikan? Ingatlah bahwa TUHAN melihat! Ia memanggil Anda bukan agar Anda bersembunyi, tetapi agar Anda bertobat dan kembali kepada-Nya dengan hati yang hancur. [GI Jokhana]
Akhir dari BerhalaSabtu, 4 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 6-7Hati Allah amat sedih dan kecewa melihat Israel yang jatuh ke dalam penyembahan berhala. Di pasal 6, TUHAN menyatakan penghakiman-Nya kepada "gunung-gunung Israel", yaitu tempat mereka menyembah berhala. Di situlah akar dosa mereka, yaitu menggantikan Allah dengan sesuatu yang lain. Umat yang seharusnya setia justru berkhianat. Umat Israel jatuh dalam penolakan untuk menjalin relasi dengan Allah. Oleh karena itu, Allah bertindak untuk memulihkan "pengenalan akan TUHAN" itu. Ia menghancurkan mezbah-mezbah, meruntuhkan patung-patung, dan mempermalukan berhala-berhala yang mereka sembah. Yang mereka andalkan justru menjadi saksi kehancuran mereka.Pasal 7 membawa kita pada nada yang begitu mendesak bahwa, "Semuanya akan berakhir. Bencana akan datang. Kesudahan datang. Waktunya sudah tiba." Penghakiman bukan ancaman yang masih jauh, tetapi realitas yang sudah di depan mata. Semua yang biasa diandalkan manusia akan runtuh. Kekayaan tak bisa menyelamatkan. Kekuasaan tak berdaya. Sistem keagamaan kehilangan jawaban. TUHAN menghukum umat Israel sesuai dengan perbuatan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa penghakiman-Nya adil dan tak dapat dihindari. Namun, yang terpenting untuk diperhatikan adalah tujuan penghukuman, yaitu agar mereka "mengetahui bahwa Akulah TUHAN." (6:10,13,14;7:4,9). Penghakiman Allah bukan luapan marah yang tak terarah, melainkan tindakan yang memulihkan. Penghakiman Allah bukan untuk menghancurkan, tetapi agar manusia kembali mengenal Dia sebagai satu-satunya Allah sejati, karena berhala tidak pernah dapat menolong. Penghakiman Allah adalah sarana pewahyuan untuk menyatakan siapa diri-Nya. Melalui runtuhnya berhala dan hancurnya semua sandaran palsu, TUHAN membuka mata umat-Nya untuk melihat bahwa Dialah satu-satunya Allah yang sejati, kudus, berdaulat, dan tak tergantikan.Semua berhala pada masa kini—termasuk keamanan, kenyamanan, keberhasilan, harta, relasi, ambisi—bisa runtuh dalam sekejap. Hanya TUHAN yang tetap teguh! Sering kali, kita baru sungguh-sungguh mengenal Dia ketika "berhala" dalam hidup kita hancur. Melalui krisis, kegagalan, atau kehancuran semua rencana kita, TUHAN membawa kita kembali kepada-Nya. TUHAN bukan ingin menghancurkan kita, tetapi Dia ingin memulihkan relasi kita dengan Dia. Apakah Anda terus berpegang pada yang rapuh atau menunggu sampai "akhir itu datang" dan baru mau berbalik kepada-Nya? Maukah Anda bertobat dan kembali kepada-Nya saat ini? Jangan menunda atau menyia-nyiakan kesempatan. Belajarlah mengenal Dia hari ini sebagai satu-satunya Allah sejati yang selayaknya Anda sembah! [GI Jokhana]
偶像的结局星期六, 7月4日2026本日经文:《以西结书》6-7看到以色列陷入拜偶像中,上帝的心深感悲伤和失望。在第6章中,上帝向"以色列的众山"宣告他的审判,就是他们拜偶像的地方。这就是他们罪恶的根源,即用其他东西取代上帝。原本应该忠心的子民却背叛上帝。以色列民跌入拒绝与上帝建立关系中。因此,上帝采取行动,旨在复兴他们对"上帝的认识"。祂毁灭邱坛,打碎偶像,并使他们所拜的偶像蒙羞。他们所依赖的,反而成了他们毁灭的见证。第7章以一种极其紧迫的语气告诉我们"一切都将结束。灾难将临到。结局到了。时候到了"。审判并非遥不可及的威胁,而是近在眼前的现实。人所依赖的一切都将崩塌。金银不能救他们。权力无能为力。宗教体系找不到答案。上帝按照以色列民的行为刑罚他们。这一点表明祂的审判是公正且不可避免的。然而,最重要的是要注意审判的目的,就是叫他们"知道我是耶和华"(6:10,13,14;7:4,9)。上帝的审判并非毫无目标的忿怒爆发,而是具有复兴的作为。上帝的审判并非为了毁灭,而是为了叫人重新认识祂是独一真神,因为偶像永远无法提供帮助。上帝的审判是祂启示自己属性的方式。随着偶像的崩塌和一切虚假依靠的毁灭,上帝点亮祂子民的眼睛,使他们看见祂是独一真神,是圣洁的、是有主权的,且无可替代的。当今时代的所有偶像——包括安全、舒适、成功、财富、人际关系、野心——都可能在转瞬之间土崩瓦解。唯有上帝是永恒不变的!很多时候,只有当我们生命中的"偶像"被摧毁时,我们才会真正的认识祂。藉着危机、失败,或是所有计划的破灭,上帝领我们重新归向祂。上帝并非要毁灭我们,而是要复兴我们与祂的关系。你是否一直执着于那些脆弱的事,或是等到"结局到了"才愿意归向祂?你是否愿意现在就悔改并归向祂?不要拖延,也不要错失良机。今天就学习认识祂,知道祂是唯一配得你敬拜的真神![许哈娜传道/陈巧云]
Ketika Dosa Tak Lagi Bisa DisembunyikanJumat, 3 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 4-5Allah tidak sembarangan marah. Walaupun teguran-Nya terasa keras dan sangat dramatis, teguran itu terukur, adil, dan lahir dari kasih-Nya. Yehezkiel 4–5 menampilkan berbagai tindakan simbolis yang keras dan mengejutkan, yaitu sang nabi harus berbaring berhari-hari sebagai lambang hukuman menanggung kesalahan umat Israel, menggambarkan pengepungan Yerusalem, makan dalam keterbatasan, hingga memanggang roti dengan cara yang najis. Semua ini bukan sekadar aksi yang aneh, tetapi pesan ilahi yang tegas bahwa penghakiman Allah atas dosa umat-Nya pasti akan terjadi dan tidak dapat dihindari. Kata "menanggung" (4:4) adalah terjemahan dari kata nāśā’ yang menunjukkan bahwa dosa itu tidak ringan, melainkan beban nyata yang mengandung konsekuensi. Umat mungkin mengabaikan dosa mereka, tetapi Allah tidak mengabaikannya. Dosa umat tidak bisa ditutup-tutupi, dan konsekuensinya nyata serta menyakitkan. Gambaran pengepungan, kelaparan, dan kenajisan menunjukkan bahwa akibat dosa bersifat menyeluruh: menghancurkan tubuh, sekaligus merusak relasi dengan Tuhan. Bahkan, umat yang seharusnya kudus justru menjadi "lebih jahat dari bangsa-bangsa lain" (5:6). Oleh karena itu, murka (ḥēmāh) TUHAN dinyatakan, bukan sebagai luapan emosi yang tak terkendali, tetapi sebagai respons kudus terhadap dosa yang terus-menerus dilakukan dan penolakan untuk bertobat. Klimaks tindakan simbolis ini (pasal 5) adalah Yehezkiel diperintahkan mencukur rambut dan membaginya menjadi tiga bagian untuk dibakar, dipukul dengan pedang, dan ditebarkan ke angin sebagai lambang umat Allah yang sebagian akan mati karena kelaparan dan penyakit, sebagian oleh pedang, dan sisanya tercerai-berai dalam pembuangan. Pesan gambaran ini sangat jelas dan tegas, yaitu bahwa Yerusalem dihukum karena umat yang seharusnya menjadi terang bagi bangsa-bangsa justru hidup lebih jahat, menolak firman, dan mencemarkan kekudusan-Nya.Bacaan Alkitab hari ini merupakan teguran serius bahwa dosa tidak pernah netral dan tidak pernah tanpa akibat. Allah tidak pernah menganggap enteng dosa umat-Nya. Ia menghukum dosa dengan serius karena Ia kudus. Teologi Reformed memandang murka Allah sebagai ekspresi konsisten dari kekudusan-Nya terhadap dosa. Kita bisa membiasakan diri dengan dosa, tetapi Allah tetap melihatnya sebagai pelanggaran terhadap kekudusan-Nya. Sesungguhnya, di balik penghakiman ada panggilan yang jelas dan penuh kasih agar kita kembali kepada TUHAN sebelum terlambat! Apakah Anda masih menganggap dosa sebagai hal kecil atau sebagai sesuatu yang serius dan harus sungguh-sungguh ditinggalkan? Kembalilah pada pertobatan yang sejati di hadapan Tuhan! [GI Jokhana]
当罪孽再也无法掩盖时星期五, 7月3日2026本日经文:《以西结书》4-5上帝不会无故的发怒。尽管祂的责备听起来严厉且极具戏剧性,但这种责备是恰如其分的、公正的,并且出自祂的爱。《以西结书》4-5展现了各种激烈而令人震惊的象征性举动,就是先知必须卧床数日,作为承担以色列家罪孽的象征,描绘了耶路撒冷被围困的情景,在有限的条件下进餐,甚至以不洁净的方式烧烤面包。这一切不仅仅是一场奇怪的举动,也是上帝发出的明确信息:祂必定成就对祂子民罪孽的审判,且无可避免。"承担"(4:4)一词是译自(nāśā),表明这种罪孽并非轻微,而是具有后果的实际负担。子民或许会忽略自己的罪孽,但上帝不会忽略。子民的罪孽是无法掩盖的,而其后果却是真实且令人痛苦的。围困、饥荒和污秽的画面表明,罪孽的后果是全面的:既摧毁身体,同时也破坏与上帝的关系。事实上,子民本应该是圣洁的,却反而变得"比列国列邦更恶劣"(5:6)。因此,上帝的忿怒(ḥēmāh)便显露出来,这并非是情绪失控的宣泄,而是对持续犯罪和拒绝悔改所作出的神圣回应。这种象征性行为的高潮(第5节)是,以西结奉命剃头发,将其平分为三份,三分之一用火焚烧,三分之一用刀砍碎,三分之一任风吹散,象征上帝的子民,一部分将因饥饿和瘟疫而死,一部分将死在刀下,其余的人将分散四方。这个画面的信息非常明确而坚定,即耶路撒冷之所以受到惩罚,是因为他们本应该成为万国的光明之子,却反而过着更加恶劣的生活,拒绝上帝的话语,并玷污了祂的圣洁。本日经文是一个严厉的告诫,即罪恶从来不是中立的,也绝非没有后果。上帝未曾轻视祂子民的罪孽。祂严厉的刑罚罪孽,因为祂是圣洁的。改革宗神学将上帝的忿怒视为祂对罪恶始终如一的圣洁表现。我们或许会对罪恶习以为常,但上帝依然将罪恶视为对祂圣洁的冒犯。实际上,审判的背后蕴含着一个清晰且充满慈爱的呼召,呼吁我们在为时已晚之前回转归向上帝!你是否仍然认为罪恶是微不足道的,或是认为罪恶是很严重的,且必须要真正的远离?回转吧,当在上帝面前真正的悔改![许哈娜传道/陈巧云]
充满心灵的话语星期四, 7月2日2026本日经文:《以西结书》2-3在上帝称为"悖逆之家"的民中,上帝的话临到以西结,祂明确的说"不要悖逆像那悖逆之家"(2:8)。以色列的主要问题不仅仅在于道德上的软弱,更在于他们拒绝上帝话语的心。这个呼召引起惊惶,因为以西结被差往额坚心硬、又不肯听从的百姓那里去,但他却要依然忠心。以西结被召要尽管对他们说话"他们或听,或不听"(2:7)。这里体现了重要的原则,上帝的话语并非为了取悦人的耳朵,而是为了改变人心。一个先知的职责是要忠实的传道,而不是确认他人的反应。有时候,我们害怕传讲真理,因为担心遭到拒绝。先知以西结提醒我们,忠诚比成功更为重要。事奉并不在于人的反应,而在于对上帝话语的顺服。在呼召中,以西结奉命"要吃这书卷"(3:1-3)。原来,当吃下那卷充满审判、哀叹、抱怨和呻吟的书卷时,竟觉得其甜如蜜。这个描绘意味着,上帝的话语必须先进入先知的生命中,渗透、塑造,甚至催化他的心,然后才能从他的口中说出来。上帝的仆人不可以仅仅是"传达信息"的人,而应当先成为被上帝的话语征服的人。这卷甘甜的书卷表明,对于认识上帝的人,即便是审判的话也依然美好,因为这话是来自那公义和圣洁的上帝。在审判的话中,上帝依然向祂的子民说话,依然动工。即使给予很艰巨的任务,在顺服中依然充满喜乐。先知以西结被召成为"守望的人"(3:17),为要警戒上帝子民关于罪恶的危险以及即将到来的审判。倘若未能警戒恶人,他要为此承担责任。这个责任十分严重,因为沉默表示有罪,说话表示忠诚。本日经文促使我们要反思,我们是否仅仅是聆听上帝的话,或是真正的"领悟"上帝的话。你是否过着顺服上帝话语的生活,还是像以色列人一样,内心却在暗自叛逆?在这个常常拒绝真理的世界中,我们被召并非为要自我适应,而是要忠心到底。你是否真正的任由上帝的话塑造你一生,或仅仅是传讲却不顺服?倘若上帝的真理不受欢迎,你是否还会忠心的传道?[许哈娜传道/陈巧云]
Firman yang Mengisi JiwaKamis, 2 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 2-3Di tengah bangsa yang TUHAN sebut sebagai "kaum pemberontak," Yehezkiel menerima panggilan yang tegas, "Janganlah engkau memberontak seperti mereka" (2:8). Masalah utama Israel bukan sekadar kelemahan moral, tetapi hati yang menolak firman Allah. Muncul ketegangan dalam panggilan itu karena Yehezkiel diutus kepada umat yang keras hati dan tidak mau mendengar, tetapi ia tetap harus setia. Yehezkiel dipanggil untuk tetap berbicara, "baik mereka mau mendengar atau tidak" (2:7). Di sini terlihat prinsip penting bahwa firman TUHAN bukan untuk menyenangkan telinga, tetapi untuk mengubah hati. Tugas seorang nabi adalah menyampaikan firman dengan setia, bukan memastikan respons orang lain. Kadang-kadang, kita takut menyampaikan kebenaran karena khawatir ditolak. Nabi Yehezkiel mengingatkan bahwa kesetiaan lebih penting daripada keberhasilan. Pelayanan tidak diukur dari respons manusia, tetapi dari ketaatan terhadap firman Allah.Di tengah panggilan, Yehezkiel diperintahkan untuk "memakan gulungan kitab" (3:1–3). Ternyata, ketika dimakan, gulungan yang berisi pesan penghakiman, ratapan, keluhan, dan rintihan itu terasa manis seperti madu. Gambaran ini berarti bahwa firman TUHAN harus lebih dahulu masuk ke dalam hidup sang nabi, meresap, membentuk, bahkan menghancurkan hatinya, sebelum keluar melalui mulutnya. Pelayan Tuhan tidak boleh hanya menjadi "penyampai pesan", tetapi harus menjadi orang yang lebih dahulu ditaklukkan oleh firman. Gulungan firman yang terasa manis menunjukkan bahwa bagi orang yang mengenal TUHAN, firman penghakiman pun tetap indah, karena firman itu berasal dari Allah yang benar dan kudus. Di dalam firman penghakiman, Allah tetap berbicara dan berkarya bagi umat-Nya. Tetap ada sukacita dalam ketaatan, meskipun tugas yang diberikan berat. Nabi Yehezkiel dipanggil untuk menjadi "penjaga" (3:17) yang mengingatkan umat tentang bahaya dosa dan penghakiman yang akan datang. Jika gagal memberi peringatan, ia akan dimintai pertanggungjawaban Tanggung jawab ini serius, karena diam berarti bersalah, berbicara berarti setia.Bacaan Alkitab hari ini menantang kita untuk merenungkan apakah kita hanya mendengar firman Tuhan atau sungguh-sungguh "memakannya". Apakah Anda hidup tunduk kepada firman Tuhan atau hati Anda diam-diam sedang memberontak seperti bangsa Israel? Dalam dunia yang sering menolak kebenaran, kita bukan dipanggil untuk menyesuaikan diri, tetapi untuk tetap setia. Apakah Anda telah sungguh-sungguh membiarkan firman Tuhan membentuk hidup Anda, atau Anda hanya menyampaikan tanpa menaatinya? Bila kebenaran firman Tuhan tidak populer, apakah Anda tetap setia memberitakannya? [GI Jokhana]
天开了星期三, 7月1日2026本日经文:《以西结书》1以西结书第一章以一句令人震惊的话开章,这句话出现在以色列民的那段黑暗历史之中:"天就开了,得见上帝的异象"(1:1)。被掳到巴比伦彻底动摇了以色列民的整个生活。圣殿的毁坏摧毁了整个敬拜体系。他们的未来看起来一片黯淡。然而,在这样的危机中,先知以西结却看见了上帝的异象。天开了,上帝的荣耀以一种前所未有的方式显现。这样的属灵体验实在出奇!对于那些认为上帝已经离弃他们的子民来说,这异象蕴含着强烈的神学信息,即尽管以色列民过着被掳到外邦的生活,远离圣殿,远离昔日的辉煌,但上帝依然向他们说话。祂依然与他们同在。祂依然在动工。祂依然掌管祂子民的历史!先知以西结的异象实在难以想象!有狂风从北方刮来,有一朵包括闪烁的大云,四个活物各有四个脸面,旋转的轮、翅膀、穹苍、轰鸣响声,以及闪闪发光的宝座。这一切彰显了上帝无比的荣耀。"好像"和"仿佛"这两个词的用法表明,上帝的荣耀是无法准确描述的。上帝超越了我们所能想象的一切概念。这里阐明关于上帝的三大真理:(1)上帝是超然的——祂超越受造的世界;(2)上帝是行动的——祂无所不在,随心所欲的施展作为;(3)上帝是全能的——没有什么能阻挡祂的计划。这一切真理使我们对那无法测度的主肃然起敬。祂是永生的上帝,祂主宰全地。即使在被掳之地,祂的荣耀依然彰显,祂依然在积极的动工。本日经文提醒我们,即使在生命的危机中,上帝依然掌权,祂的荣耀永不消褪。世界或许看似混乱,未来或许充满不确定性,但上帝的宝座依然稳固,坚不可摧。因此,我们被召要定睛仰望上帝的荣耀,在祂面前谦卑自己,并始终相信祂依然主宰历史和我们的生命。面对生活的挣扎时,你是否始终相信上帝依然掌权,或是反而被恐惧和忧虑所掌控?当从上帝的角度看待人生。而不是专注于世界的混乱,从而使我们的心充满敬拜上帝的渴望和仰望上帝。[许哈娜传道/陈巧云]
Langit yang TerbukaRabu, 1 Juli 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yehezkiel 1Yehezkiel pasal 1 dibuka dengan kalimat yang mengejutkan di tengah sejarah kelam bangsa Israel: "Terbukalah langit dan aku melihat penglihatan-penglihatan tentang Allah" (1:1). Pembuangan ke Babel telah mengguncang seluruh kehidupan bangsa Israel. Mereka terusir dari Tanah Perjanjian. Keruntuhan Bait Suci meruntuhkan sistem peribadatan. Masa depan mereka tampak suram. Namun, di tengah krisis itu, Nabi Yehezkiel menerima penglihatan Ilahi. Langit terbuka dan kemuliaan TUHAN dinyatakan dengan cara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pengalaman rohani ini sangat luar biasa! Bagi umat yang merasa bahwa Allah telah meninggalkan mereka, penglihatan ini mengandung pesan teologis yang kuat, yaitu bahwa sekalipun umat Israel hidup sebagai orang buangan di negeri asing, jauh dari Bait Suci dan jauh dari masa kejayaan, Allah tetap berbicara. Ia tetap hadir. Ia tetap bekerja. Ia tetap memegang kendali atas sejarah umat-Nya!Penglihatan Nabi Yehezkiel sangat sulit dibayangkan! Ada angin badai dari utara, awan besar berisi api yang berkilat, empat makhluk hidup dengan wajah yang berbeda, roda-roda berputar, sayap, cakrawala, suara bergemuruh, dan takhta yang berkilau. Semua ini menyatakan kemuliaan Allah yang begitu besar. Pemakaian kata "seperti" dan "menyerupai" menunjukkan bahwa kemuliaan Allah tidak bisa digambarkan secara persis. Allah melampaui semua konsep yang dapat kita pikirkan. Ada tiga kebenaran besar tentang Allah yang dinyatakan di sini: (1) Allah itu transenden—Ia melampaui dunia ciptaan; (2) Allah itu bergerak—Ia hadir dan bekerja di mana pun Ia mau; dan (3) Allah itu Mahakuasa—tidak ada yang bisa menghalangi rencana-Nya. Semua kebenaran ini membuat kita diam dalam kekaguman kepada Dia yang tidak terselami. Ia adalah Allah yang hidup dan berdaulat atas seluruh bumi. Di tanah pembuangan pun, kemuliaan-Nya terpancar dan Ia aktif bekerja.Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa di tengah krisis hidup pun, TUHAN tetap memerintah dan kemuliaan-Nya tidak pernah memudar. Dunia mungkin tampak kacau, masa depan mungkin terasa tidak pasti, tetapi takhta Allah tetap teguh dan tidak tergoyahkan. Oleh karena itu, kita dipanggil untuk mengarahkan pandangan kepada kemuliaan Allah, merendahkan diri di hadapan-Nya, dan selalu meyakini bahwa Dia tetap berdaulat atas sejarah dan hidup kita. Saat menghadapi pergumulan hidup, apakah Anda selalu meyakini bahwa Allah tetap berdaulat atau Anda justru dikuasai oleh ketakutan dan kekhawatiran? Pandanglah hidup ini dari sudut pandang Allah. bukan terfokus pada kekacauan dunia, sehingga hati kita dipenuhi hasrat untuk menyembah dan berharap kepada Allah. [GI Jokhana]
苦难中的信心星期二, 6月30日2026本日经文:《雅各书》5许多人——包括信徒——在面对苦难时都缺乏耐心,想要尽快摆脱困境或困难。在7-8节,雅各提醒读者在遭受逼迫时要忍耐勇敢:"所以,弟兄们,你们要忍耐,直到主来!"(5:7上)。这节经文中的"忍耐"一词译自希腊文makrothumeo,它不仅指忍耐,也指忍受所经历的苦难。这种忍耐是积极的,并非消极的,它根植于上帝在信徒生命中的爱和信实。雅各解释说,信徒的忍耐就像农夫一样,必须耐心耕耘土地,等候收成。他们也必须耐心等候秋雨春雨。虽然有许多因素能导致人受苦,但雅各的警告针对富人,不可欺压苦待他人。比如克扣工资(5:4),甚至惩罚和杀害义人(5:6)都是造成苦难的两件事。财富应当用来造福弱者,而不是用来压迫他们。在罗马帝国的大部分乡村地区,包括加利利,富有的地主通常坐享其成,从替他们耕种园地的农民和奴隶们的辛勤劳作中获利。但农民和奴隶的劳动多有遭到剥削,工资常常被克扣的。许多日工依靠每日的工资来养活自己和家人。克扣他们的工资意味着让他们和家人挨饿。更叫人心酸的,富人常靠贿赂法官来躲过惩罚,而穷人却经常成为执法不公的受害者。雅各提醒信徒不要使他人受苦,因为上帝垂听穷人的呼求和冤屈。雅各提醒信徒,面对苦难时,可以向上帝祷告,因为垂听祷告的上帝能够行奇事。当你经历苦难时,作为一名信徒,你会如何回应和行动呢?你是否用上帝托付给你的财富去造福他人,或者是用它来压迫和恐吓他人呢?[Benny Purwanto牧师/孙茵]
Iman dalam PenderitaanSelasa, 30 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yakobus 5Banyak orang—termasuk orang beriman—tidak sabar saat menghadapi penderitaan dan ingin segera keluar dari penderitaan atau masalah yang mereka hadapi. Di ayat 7-8, Yakobus mengingatkan pembaca suratnya agar sabar dan meneguhkan hati saat menderita penganiayaan, "Karena itu, Saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan!" (5:7a). Kata "Bersabarlah" dalam ayat itu adalah terjemahan dari kata Yunani makrothumeo yang menunjuk bukan hanya pada sikap bersabar, tetapi juga bertahan dalam penderitaan yang dialami. Kesabaran ini bersifat aktif, bukan pasif, dan berakar pada kasih dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan orang percaya. Yakobus menjelaskan bahwa kesabaran orang beriman itu seperti seorang petani yang harus terus bekerja dan mengolah tanah dengan sabar sambil menantikan hasil tanahnya, dan mereka pun harus sabar menantikan hujan awal dan hujan akhir.Sekalipun banyak faktor yang bisa membuat seseorang menderita, Yakobus secara khusus memperingatkan orang-orang kaya agar jangan membuat orang lain menderita. Upah yang ditahan (5:4), bahkan tindakan menghukum dan membunuh orang benar (5:6) adalah dua hal yang memunculkan penderitaan. Kekayaan yang dimiliki seharusnya dipakai untuk menjadi berkat, bukan untuk menindas orang yang lemah. Di sebagian besar wilayah pedesaan Kekaisaran Romawi, termasuk di pedesaan Galilea, para pemilik tanah yang kaya biasanya memperoleh dan mengambil keuntungan dari kerja keras para petani dan para budak yang menggarap perkebunan mereka. Tenaga para petani dan para budak diperas, tetapi upah sering ditahan. Banyak buruh harian bergantung pada upah harian mereka untuk membeli makanan bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Menahan upah mereka berarti membuat mereka dan keluarganya kelaparan. Sungguh menyedihkan bahwa orang kaya sering terbebas dari hukuman karena memberi suap kepada hakim, sedangkan orang miskin sering menjadi korban ketidakadilan di pengadilan. Yakobus mengingatkan bahwa orang kaya jangan sampai membuat orang lain menderita karena Tuhan mendengar teriakan dan keluhan orang miskin.Yakobus mengingatkan kepada orang beriman bahwa saat menghadapi penderitaan, orang beriman bisa berdoa kepada Allah karena Allah yang mendengar doa mampu melakukan perbuatan-perbuatan yang luar biasa. Bagaimana respons dan sikap Anda sebagai orang beriman saat Anda mengalami penderitaan? Apakah Anda sudah menggunakan harta yang Tuhan percayakan kepada diri Anda untuk menjadi berkat bagi orang lain atau Anda justru memakainya untuk menindas dan mengintimidasi sesama? [Pdt Benny Purwanto]
Persahabatan dengan Tuhan atau Dunia?Senin, 29 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yakobus 4Hawa nafsu, pembunuhan, ketamakan, iri hati, pertengkaran dan perkelahian adalah hasil perwujudan dari persahabatan dengan dunia. Hal-hal ini adalah hasil dari ketidaktundukan orang percaya kepada Allah. Yakobus bukan sedang berbicara kepada orang yang tidak beriman, tetapi kepada orang beriman yang ternyata masih bisa melakukan semua hal yang disebutkan di atas. Yakobus mengingatkan bahwa sebagai pengikut Kristus, seharusnya orang percaya tidak dikuasai oleh hawa nafsu, tetapi dikuasai oleh Kristus. Doa yang seharusnya menjadi tempat menyelaraskan diri dengan kehendak Allah justru dipakai sebagai alat untuk meminta sesuatu kepada Allah dengan tujuan memuaskan hawa nafsu. Jelas bahwa Tuhan tidak akan mengabulkan doa yang seperti itu. Yakobus tidak segan-segan menyebut orang percaya yang masih dikuasai hawa nafsu sebagai orang yang tidak setia. Sebutan ini mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang, tetapi sebutan ini sangatlah tepat. Kata "persahabatan" berasal dari kata philos yang menunjuk pada sebuah aliansi. Dalam masyarakat Yunani, hal itu menyiratkan sebuah loyalitas yang diungkapkan melalui tindakan nyata. Orang percaya tidak bisa setia kepada Allah, sekaligus setia kepada hawa nafsunya. Konsekuensi hidup berdasarkan hawa nafsu adalah bahwa orang percaya itu menjadikan dirinya sebagai musuh Allah.Yakobus menambahkan bahwa berbeda dengan orang-orang dunia yang biasanya tidak melibatkan Tuhan dalam perencanaan mereka, orang percaya seharusnya melibatkan Tuhan dalam setiap perencanaan. Melibatkan Tuhan dalam perencanaan adalah hal yang amat penting karena kita menyadari bahwa hidup ini sangat singkat dan Tuhan merupakan pemilik hidup ini. Orang percaya tidak pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil mereka. Yakobus mengingatkan bahwa kehidupan ini sama seperti uap yang sebentar saja muncul, lalu lenyap. Kalimat "Jika Tuhan menghendakinya" merupakan pewujudan iman dan keberserahan orang percaya kepada Tuhan dalam segala rencana yang akan ia lakukan.Dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya, cara hidup kita harus sangat berbeda dengan dunia ini. Jangan serahkan diri Anda untuk dikuasai oleh hawa nafsu, tetapi serahkanlah diri Anda kepada Allah, Sang Pemilik kehidupan. Pakailah doa sebagai sarana untuk mengetahui dan menyelaraskan diri terhadap kehendak Allah dan bukan untuk memaksa Allah melakukan hal-hal yang kita inginkan. Saat merencanakan sesuatu, libatkanlah Allah dan serahkanlah semua rencana Anda kepada Allah. [Pdt Benny Purwanto]
与上帝为友或者与世俗为友?星期一, 6月29日2026本日经文:《雅各书》4情欲、凶杀、贪婪、嫉妒、争竞、斗殴,都是与世俗为友的结果。这些恶行源于信徒对上帝的悖逆。这并非雅各对非信徒所说的话,而是对那些依然无法摆脱上述恶行的信徒说的。雅各提醒我们,作为基督的追随者,信徒不应受情欲的辖制,而应该接受基督的管制。祷告本应是促进我们与上帝的旨意相合的,却被利用作为向上帝祈求满足情欲的工具。上帝显然不会应允这样的祷告。雅各毫不犹豫地称那些仍然受情欲辖制的信徒为不忠的。这个词或许会让一些人感到逆耳,但却非常贴切。"友谊"一词源于希腊语"philos",意为结盟。在古希腊社会,这句话暗示着以具体行动表达忠诚。信徒不能忠于上帝的同时又忠于自己的欲望。如果活在欲望之中,信徒就会与上帝为敌。雅各补充说,与世俗为友的人通常不愿让上帝介入自己的计划中,相反的,信徒却应当在每一个计划中都寻求上帝的指引。由上帝参与主导信徒的计划是至关重要的,因为我们深知生命短暂,而上帝才是生命的主宰。信徒永远无法预测上帝何时会召唤他们。雅各提醒我们,人生犹如一片云雾,出现少时就不见了。"如果主愿意"这句话体现了信徒在一切计划中对上帝的信心和交托。作为信徒,我们的生活方式必须与世俗截然不同。不要放纵自己的欲望,而要将自己交托给生命的主宰——上帝。请把祷告当作认识上帝旨意的平台,并藉着祷告顺服祂的旨意,不要强迫上帝按照我们的意愿行事。在计划任何事情时,都要寻求上帝的指引,并将你的一切计划都交托给上帝吧。[Benny Purwanto牧师/孙茵]
Lidah: Kecil tetapi BerbahayaMinggu, 28 Juni 2026Bacaan Alkitab hari ini:Yakobus 3Orang beriman harus mawas diri dan mewaspadai perkataan yang hendak ia ucapkan karena perkataan sering membuat orang percaya jatuh ke dalam dosa. Peringatan untuk menjaga perkataan sebenarnya sudah dikemukakan di awal surat Yakobus, "Saudara-saudaraku yang terkasih, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah." (1:19) Yakobus menginginkan agar para pembaca suratnya benar-benar memperhatikan dan mengendalikan lidah mereka.Lidah itu kecil, tetapi sangat berbahaya jika tidak dikendalikan. Yakobus membandingkan lidah dengan kekang kuda serta kemudi kapal. Keduanya adalah gambaran yang sangat umum pada waktu itu dan sangat mudah dipahami, bahkan oleh orang yang paling sederhana sekalipun. Kekang kuda dapat mengatur arah—dan bahkan kecepatan—dari lari seekor kuda, sedangkan kemudi kapal—sekalipun kecil— dapat menentukan arah sebuah kapal besar. Gambaran lain yang digunakan Yakobus untuk memperlihatkan betapa berbahayanya lidah adalah dengan memakai gambaran tentang api. Kalimat terakhir di ayat 5 berbunyi, "Lihatlah, betapa pun kecilnya, api dapat membakar hutan yang besar." Perkataan yang keluar dari mulut Anda dapat memiliki dampak yang sangat merusak bagi orang lain.Yakobus mengingatkan bahwa tidak seharusnya lidah yang dipakai orang percaya untuk memuji Tuhan, dipakai juga untuk mengutuk orang lain yang diciptakan segambar dan serupa dengan Tuhan sendiri. Hal ini sama seperti sebuah mata air yang memancarkan dua jenis air yang berbeda, yang satu air tawar dan yang satu lagi air yang pahit. Jika dipikirkan secara logika seharusnya tidak mungkin sebuah mata air menghasilkan dua jenis air yang berbeda rasanya. Atau pohon ara yang menghasilkan buah zaitun dan pohon anggur yang menghasilkan buah ara? Tetapi ternyata hal itu sangat mungkin terjadi dengan lidah orang percaya yang tidak dijaga dengan baik. Dari satu lidah keluar pujian kepada Tuhan dan kutuk terhadap sesama.Yakobus 1:26 berkata, "Jikalau seseorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." Ibadah bukan hanya berlangsung saat Anda datang ke gereja dan memuji Tuhan, tetapi ibadah juga berlangsung saat Anda menjalani kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, di tempat kerja, atau di tengah masyarakat. Saat kita berada di luar gereja, perkataan seperti apa yang akan didengar oleh orang-orang di sekitar Anda? Apakah perkataan Anda memiliki dampak yang baik atau justru sangat merusak? [Pdt Benny Purwanto]
舌头:虽小却凶险星期日, 6月28日2026本日经文:《雅各书》3信徒必须对自己的言语非常谨慎,因为言语常使信徒陷入罪中。雅各书一开始就发出了谨慎言语的警告:"我亲爱的弟兄们,你们要记住:人人都要快快地听,慢慢地说,慢慢地动怒。"(1:19)雅各希望他的读者们格外谨慎,约束自己的舌头。舌头虽小,但若不加以约束,却极其危险。雅各将舌头比作马的嚼环和船的舵。这两个比喻是当时的惯例,即使是最朴素的人也能轻易理解。马的缰绳可以控制马匹奔跑的方向,甚至控制速度;船的舵虽然很小,却能决定巨轮的航向。雅各用火的意象来说明舌头的凶险性。第5节的最后一句话是:"看哪,火虽小,也能烧遍大树林。"你口中说出的话语会对他人造成极大的伤害。雅各警告说,信徒的舌头,既可以用作赞美神,但不可用来咒诅别人,因为人都是按着上帝的形象和样式造的。这好比一口泉水涌出两种不同的水,一种是甘甜的,一种是苦涩的。按理说,同一泉水不可能涌出两种不同的水。或者说,无花果树不可能结橄榄,葡萄树不可能结无花果。但事实证明,对于一个没有好好约束自己舌头的信徒来说,这种情况完全有可能发生。有人用口赞美上帝,同样又用口中咒骂他人。《雅各书》1:26说:"人若自以为敬虔,却勒不住自己的舌头,便是自欺,他的敬虔是徒然的。"敬拜不仅仅发生在你来到教会赞美的时候,它也呈现在你的日常生活中,无论是在家庭、工作场所还是社群里。当我们离开教会时,您周围的人会听到什么样的话语?您的话语是带来积极的影响,还是具有破坏性的影响?[Benny Purwanto牧师/孙茵]
Reviews
No reviews yet.
If you like this...

Kencan Dengan Tuhan
Same topic · Same format · Same audience

Gibeon Church Surabaya
Same topic · Same audience · Same tone

Suara Gratia Cirebon
Same topic · Same audience · Same vibe

Lifehouse Community
Same topic · Same audience · Same tone

HKBP RAWAMANGUN
Same topic · Same format · Same audience

Salam Fresh Juice
Same format · Same vibe · Same audience
Explore more like this
Listening context
Discussion (0)
No comments yet. Be the first to start the discussion!